Dugaan Korupsi Dana Pinjaman Samisake Kota Bengkulu Naik ke Penyidikan, Jaksa Sudah Periksa 15 Saksi

Kejari Bengkulu telah menaikkan status dugaan korupsi pinjaman dana bergulir Satu Miliar Satu Kelurahan (Samisake) Kota Bengkulu ke tahap penyidikan.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi/TribunBengkulu.com
Kajari Bengkulu, Yunitha Arifin (tengah) menjelaskan perkembangan pengusutan dugaan korupsi pinjaman dana bergulir Samisake Kota Bengkulu yang sudah naik ke tahap penyidikan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kejari Bengkulu telah menaikkan status dugaan korupsi   Miliar Satu Kelurahan (Samisake) Kota Bengkulu ke tahap penyidikan.

Status penyidikan dugaan korupsi pinjaman dana bergulir Samisake Kota Bengkulu dinaikkan dari penyelidikan sejak awal September 2022 lalu.

Sejauh ini, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bengkulu sudah memeriksa 15 saksi untuk dimintai keterangan terkait pengusutan dugaan korupsi pinjaman dana bergulir Samisake Kota Bengkulu.

"Kita akan mencari bukti-bukti, dan dengan bukti-bukti itu, akan kita tetapkan siapa tersangkanya," kata Kajari Bengkulu, Yunitha Arifin kepada TribunBengkulu.com, Selasa (20/9/2022).

Sementara, untuk kerugian negara dalam kasus ini belum ditentukan. Kejari Bengkulu akan meminta bantuan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan penghitungan kerugian negara.

Yunitha sendiri menegaskan pihaknya sudah menemukan adanya tindak pidana dalam kasus ini. "Kita mengumpulkan alat bukti, yang dari situ kita tetapkan tersangka," ungkap dia.

Program Samisake ini bergulir di Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Kota Bengkulu sejak tahun 2013 hingga tahun 2019. Total pagu dalam program ini adalah Rp 19 miliar.

Kemudian, di tahun 2019, audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menenmukan sekitar Rp 13 miliar macet atau belum ditemukan.

Dari audit BPK, diketahui dana yang disetor ke Badan Layanan Umum Daerah Samisake Dana Bergulir (BLUD-SDB) baru Rp 1 miliar. Di tahun yang sama, Diskop UKM Kota Bengkulu dan DPRD sepakat melakukan audit independen terkait Samisake.

Hasil audit independen diketahui LKM/koperasi yang menerima dana Samisake dan bermasalah ada 62 LKM.

Kemudian, keluar Surat Edaran (SE) Walikota Bengkulu dan rekomendasi DPRD Bengkulu agar 62 LKM ini segera melakukan pemulihan dana yang mereka terima.

Dari 62 LKM ini, dimulailah penyelidikan di Kejari Bengkulu. Hasilnya, 59 LKM yang iurannya macet dilakukan tetap dilakukan penagihan, karena kisarannya tak lebih dari Rp 5 juta.

Sedangkan 3 LKM lain, total iuran macetnya sekitar Rp 900 juta. Dan 3 LKM inilah yang kemudian statusnya dinaikan menjadi penyidikan.

Perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan 3 LKM ini adalah uang pembayaran pokok pinjam yang disetorkan masyarakat tidak disetorkan kembali ke UPTD atau BLUD.

Baca juga: Giliran Mahasiswa Muhammadiyah Bengkulu Demo Tolak Kenaikan Harga BBM Siang Ini

Baca juga: Prakiraan Cuaca Bengkulu Hari Ini 20 September 2022, BMKG: Berawan-Cerah Berawan, Berpotensi Hujan

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved