Kasus Korupsi Jembatan Menggiring Mukomuko Dilimpahkan ke Pengadilan, Jaksa Siapkan 3 Saksi Ahli

Berkas kasus korupsi Jembatan Menggiring, Mukomuko telah dilimpahkan Kejati Bengkulu ke Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Selasa (20/9/2022).

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi/TribunBengkulu.com
Kasi Penuntutan Pidsus Kejati Bengkulu, Rozano Yudhistira mengatakan mereka akan menyiapkan 3 saksi ahli dalam persidangan dugaan korupsi Jembatan Menggiring, Mukomuko. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Berkas kasus dugaan korupsi Jembatan Menggiring, Mukomuko telah dilimpahkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu ke Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Selasa (20/9/2022) siang.

Ada 2 nama tersangka yang dilimpahkan, yakni Anas Firman Lesmana, Direktur Utama PT Mulai Permai Laksono (MPL) yang mememenangkan proyek. Kemudian, Syahrudin, bagian keuangan PT MPL.

Kasi Penuntutan Pidsus Kejati Bengkulu, Rozano Yudhistira mengatakan mereka akan menyiapkan 3 saksi ahli dalam kasus ini.

"Ahli konstruksi, ahli pidana, dan ahli dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP)," kata Rozano kepada TribunBengkulu.com.

Selain 3 saksi ahli, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menyiapkan setidaknya 30 orang. Untuk JPU, Kejati menyiapkan 3 orang JPU, dan 2 orang dari Kejari Mukomuko.

Kerugian negara dalam kasus ini disebutkan lebih kurang Rp 300 juta, dan belum dikembalikan oleh para tersangka.

Untuk diketahui, PT MPL adalah pelaksana rehabilitasi jembatan Menggiring Besar CS.

Dalam kontrak, dana yang digelontorkan adalah Rp 11,80 miliar, bersumber dari APBN 2018 di Satker PJN Wilayah I (satu) Provinsi Bengkulu, untuk beberap jembatan.

Masa pengerjaan Jembatan Menggiring ini adalah 8 bulan, dari tanggal 10 April 2018 hingga 6 Desember 2018.

Namun, dalam pelaksanaannya, Jembatan Menggiring tak kunjung selesai, dan hanya terselesaikan 54 persen. Kemudian, pekerjaan diperpanjang hingga Maret 2019, dan masih tidak selesai.

Akhirnya, pekerjaan dinyatakan tak sesuai teknis, dan dinyatakan gagal (total lost).
 

Baca juga: Antar Durian ke Rumah Artis Raffi Ahmad Pakai Mobil Bantuan KKP, Begini Penjelasan Koperasi Nelayan

Baca juga: Gadis Muda di Bengkulu Jadi Korban Penganiayaan Teman Pria yang Cemburu Lihat Chat Mesra


 

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved