Harga BBM Naik

Pengusaha Gilingan Padi dan Kopi di Kepahiang Keluhkan Sulit Dapatkan BBM Solar, Omset ikut Menurun

Juni warga Desa Pelangkian, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang itu mengeluhkan selain harga BBM jenis solar yang naik serta susah mendapatkan BB

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Seorang pekerja sedang mengoperasikan huller atau gilingan kopi di Desa Pelangkian, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, pada Selasa (20/9/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Seorang Pengusaha Huller atau gilingan kopi dan padi di Kabupaten Kepahiang, Juni (37) mengeluhkan dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.

Juni warga Desa Pelangkian, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang itu mengeluhkan selain harga BBM jenis solar yang naik serta susah mendapatkan BBM tersebut.

"Susah dapat solar sekarang, sehari harus 4 jerigen untuk menghidupkan Huller ini," ujar Juni, pada Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Kasus Korupsi Jembatan Menggiring Mukomuko Dilimpahkan ke Pengadilan, Jaksa Siapkan 3 Saksi Ahli

Menurutnya, sebelum BBM naik, dulu pihaknya mengisi solar masih diperbolehkan membawa jerigen.

Namun, sekarang sudah tidak diperbolehkan dan harus menyewa mobil temannya untuk membeli solar di SPBU.

"Sekali nyewa Rp 50 ribu - Rp 100 ribu, dapat solar cuman 2 jerigen, karena itu juga omset turun," tuturnya.

Sebelum BBM naik, sehari ia bisa mendapatkan omset Rp 3 juta, sekarang hanya Rp 1,2 juta saja.

Baca juga: Warga Minta Pemkab Bengkulu Tengah Sediakan Tempat Penampungan Sampah Sementara

Dalam sehari huller miliknya dapat menghasilkan 10 ton kopi dan 1 ton padi.

Saat ini juga ia dengan pengusaha huller, ia menaikkan harga ongkos huller untuk petani naik Rp 300.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved