Sidang Oknum Polisi Aniaya ART

Dipersidangan Kasus Oknum Polisi Aniaya ART, Bripka Beni dan Istri Bantah Lakukan Penganiayaan

Bripka Beni Adiansyah dan istrinya, Lediya Eka Restu membantah telah menganiaya Asisten Rumah Tangga (ART) mereka, Yesi Apriliya di persidangan Pengad

Penulis: Romi Juniandra | Editor: M Arif Hidayat
Romi Juniandra/Tribunbengkulu.com
Bripka Beni dan istrinya mengikuti sidang secara virtual. Kedua terdakwa membantah telah menganiaya ART mereka, Yesi Apriliya 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Bripka Beni Adiansyah dan istrinya, Lediya Eka Restu membantah telah menganiaya Asisten Rumah Tangga (ART) mereka, Yesi Apriliya di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Rabu (21/9/2022).


Yesi sendiri dalam persidangan memberikan kesaksian bahwa dirinya dianiaya oleh para terdakwa.


Beberapa bentuk penganiayaan itu diantaranya ditinju di bagian mata, pukul oleh besi di bagian kepala di tangan kiri kanan, dipukul sapu, dipukul balok kayu, hingga dipukul kayu bekas gagang pacul.


Bentuk penganiayaan lain adalah disiram dengan air panas, disiram air sabun, dan disiram air cabe.


Selain itu, korban juga pernah dililitkan dengan kabel listrik di bagian leher, hingga tercekik.


Dengan kabel listrik yang sama, korban juga diancam akan dibunuh jika melarikan diri atau kabur.


Saat ditanyakan hakim ketua Fauzi Isra, terdakwa Bripka Beni membantah dirinya pernah memukul korban dengan besi, kayu, dan kunci mobil. 


"Tidak ada, pakai tangan saja yang mulia," kata Bripka Beni, yang mengikuti sidang secara virtual dari Lapas Malabero.


Sementara, istri Bripka Beni, terdakwa juga membantah dirinya pernah memukul, menyiram, ataupun mengancam korban.


"Tidak ada mengancam pakai setrika yang mulia. saya mengingatkan karena Yesi tertidur saat menyetrika, saya ingatkan jangan tidur nanti setrika kena muka," kata Lediya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved