Marak Warga Rejang Lebong Gunakan Sepeda Listrik, Satlantas: Tidak Untuk Jalan Raya

Marak Warga Rejang Lebong Gunakan Sepeda Listrik, Satlantas: Tidak Untuk Dipakai Jalan Raya

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Kepala Satuan Lalulintas Polres Rejang Lebong, AKP Radian Andi Pratomo, saat diwawancarai TribunBengkulu.com Rabu (21/9/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Warga di Kabupaten Rejang banyak menggunakan sepeda listrik untuk keperluan sehari-hari.

Namun, Satlantas Polres Rejang Lebong menghimbau warga untuk tidak menggunakan sepeda listrik itu di jalan raya.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Lantas Polres Rejang Lebong, AKP Radian Andi Pratomo kepada Tribunbengkulu.com, Rabu (21/9/2022).

Baca juga: Oknum Guru Jadi Mucikari, Wahono : Sangat Memalukan Dunia Pendidikan, Harus Dihukum Berat

"Di Kabupaten Rejang Lebong pengunaan sepeda listrik mulai banyak diminati baik untuk anak-anak, remaja ataupun dewasa," ujar AKP Radian Andi Pratomo.

Pihaknya pun, saat ini mulai melakukan sosialisasi tentang penggunaan sepeda listrik tersebut.

Karena hal ini sudah di atur Permenhub Nomor 45 Tahun 2020 tentang Kendaraan Tertentu dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik.

Baca juga: Tempo Satu Minggu 5 Orang di Bengkulu Dinyatakan Positif HIV/AIDS, 1 Orang Meninggal Dunia

Dalam aturan itu, penggunaan sepeda listrik dikategorikan sebagai kendaraan tertentu yang memiliki roda 2 dan dilengkapi dengan peralatan mekanik berupa motor listrik.

"Sepeda listrik masuk ke dalam jenis kendaraan tertentu, menggunakan tenaga penggerak motor listrik. Selain skuter listrik, haverboard, sepeda roda satu, dan otoped," tuturnya

Terkait hal itu, pengguna sepeda listrik ini tidak diperbolehkan menggunakan jalan raya, karena masuk kedalam kendaraan tertentu atau khusus.

Baca juga: Dewan Soroti Pemda Rejang Lebong Anggarkan Pengadaan Mobnas Listrik Senilai Rp 4,5 Miliar

Kendaraan khusus harus memiliki jalur khusus dan ditakutkan nanti adanya korban kecelakaan dari penggunaan sepeda listrik itu.

Dalam aturan Permenhub Nomor 45 Tahun 2020 di Pasal 3 dijelaskan mengenai persyaratan keselamatan penggunaan sepeda listrik, harus memiliki lampu utama, alat pemantul cahaya (reflector) posisi belakang atau lampu.

Kemudian, sistem rem yang berfungsi dengan baik, Alat pemantul cahaya (reflector) di kiri dan kanan, klakson atau bell, Kecepatan paling tinggi 25 km/jam kilometer per jam

"Orang tua agar lebih bijak dalam memberikan izin kepada anak-anak untuk tidak menggunakan sepeda listrik di jalan raya. Jika masih melanggar tentu akan kami tindak sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku," tutupnya.

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved