Puting Beliung di Bengkulu Tengah

Mencekam, Cerita Ibu yang Terjebak Dalam Rumah Bersama Anak saat Puting Beliung di Bengkulu Tengah

Deti (30) salah satu warga Desa Ujung Karang Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah menceritakan kisah mencekam saat angin puting beliung.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/Tribunbengkulu.com
Deti warga Bengkulu Tengah saat melihat kondisi rumahnya yang hancur usai dilanda angin puting beliung pada Selasa (20/9/2022).  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Deti (30) salah satu warga Desa Ujung Karang Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah menceritakan kisah mencekam saat dirinya terjebak di dalam rumah bersama sang anak saat angin puting beliung, Selasa (20/9/2022). 

Deti bersama anaknya yang berumur 5 tahun hanya bisa berpelukan dan menyaksikan atap dan seisi rumah ikut berterbangan saat angin puting beliung di Bengkulu Tengah menerjang rumahnya itu. 

"Saat itu saya baru saja mengangkat jemuran, kemudian saya ke rumah karena hujan deras dan angin kencang," ujar Deti. 

Karena melihat angin yang sangat kencang, Deti pun mencoba untuk menyelamatkan barang-barang yang ada di dalam warung miliknya. 

Namun sayang, langkahnya terhenti saat akan membuka pintu rumah, karena sambaran petir yang sangat keras dan membuat dirinya hanya bisa terduduk dan memeluk anaknya yang baru berumur 5 tahun. 

"Waktu saya peluk anak saya, langsung saja seluruh atap rumah saya terbang terbawa angin, kami berdua hanya bisa ketakutan di sudut rumah," kata Deti sembari mengingat kejadian mengerikan tersebut. 

Tidak berhenti sampai disitu saja, angin puting beliung itu pun mengacak-acak seisi rumah yang sudah tak memiliki atap itu. 

"Semua perabotan rumah beterbangan, termasuk lemari yang berat itu pun terjatuh dan membuat TV saya yang berada diatasnya jatuh dan terbelah dua," kenang Deti. 

Setelah angin mereda, seluruh kusen pintu rumah pun sudah tercabut dari tempatnya, Deti dan anaknya pun keluar rumah lewat pintu belakang. 

"Setelah saya keluar rumah, saya tidak percaya dengan kondisi rumah saya yang rusak berat ini dan kami harus menginap di rumah ibu saya," ujar Deti. 

Seluruh perabotan rumah Deti sekarang sudah hancur, hanya kasur yang bisa diselamatkan itu pun dalam kondisi basah. 

"Saya ingat sekali, anak saya menanyakan soal alat-alat sekolahnya yang sudah tak tau dimana, sambil saya peluk saya katakan nanti kita beli lagi ya nak," ucap Deti. 

Saat ini, Deti bersama keluarga masih harus menginap di rumah tetangganya sembari membersihkan puing-puing atap rumah yang hancur. 

"Semoga ada bantuan dari pemerintah untuk meringankan penderitaan kami ini, namun hingga saat ini (21/9/2022) belum ada bantuan kepada kami," harapnya. 

Baca juga: Prakiraan Cuaca Bengkulu 21 September 2022: Waspada Potensi Hujan Sedang - Lebat di Wilayah ini

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved