Oknum Guru Jadi Mucikari, Wahono : Sangat Memalukan Dunia Pendidikan, Harus Dihukum Berat

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Wahono turut prihatin atas kasus oknum guru sekolah dasar (SD) yang terlibat perdagangan anak di bawah u

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Ketua Komisi II DPRD Rejang Lebong, Wahono saat diwawancarai oleh Tribunbengkulu.com, terkait kasus oknum guru SD yang menjadi mucikari, di ruang rapat paripurna, pada Rabu (21/9/2022) 


"Pelaku SA ini bisa di bilang predator anak ya, karena sebelum menjual korban ia sempat menyetubuhi korban ini terlebih dahulu," tuturnya. 


Menurut pihaknya, alasan korban ini mau melakukan hal-hal tersebut, karena mereka termakan bujuk rayu dari si pelaku. 


Pelaku ini, berupaya membuat korban merasa nyaman oleh pelaku, yang akhirnya pelaku dipanggil oleh para korban ini ayah. 


Untuk korban 14 tahun ini, ia hidup dilingkungan yang kurang baik untuk dirinya dan bisa dibilang korban broken home akibatkan orang tuanya yang bercerai. 


"Kalau korban 12 tahun itu, ia memiliki trauma dengan pihak keluarganya, karena jika korban berbuat salah, selalu dimarahin oleh pihak keluarganya. Sekarang mereka sudah diserahkan ke pada keluarga masing-masing dan masih kami monitor," tutupnya. 


Berkaca dari hal ini, pihaknya juga meminta para orang tua atau wali, untuk dapat lebih memperhatikan tumbu kembang seorang anak, agar nanti kedepannya tak terjadi hal seperti ini lagi. 


Pelaku Harus dihukum Berat

Yayasan PUPA (Pusat Pendidikan Untuk Perempuan dan Anak) Bengkulu, angkat bicara soal kasus perdagangan anak dibawah umur di Kabupaten Rejang Lebong.


Sebelumnya, dalam kasus ini seorang oknum sekolah dasar (SD) berinisial SA (54) warga Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong


Tega menjual seorang anak dibawah umur yang masih berusia 12 tahun, parahnya lagi korban juga sempat dipakai oleh pelaku. 


"Alasan pelaku menjadi mucikari karena mantan istri menikah kembali, hal itu tidak dibenarkan," ujar Direktur Yayasan PUPA Bengkulu, Susi Handayani saat dihubungi TribunBengkulu.com, pada Sabtu (17/9/2022) 


Lanjut Susi, tindakkan pelaku tersebut merupakan tindakkan memperjual belikan anak, dan tindakan kekerasan terhadap anak. 


Terlebih lagi, pelaku merupakan seorang guru sekolah dasar, pelaku bisa saja dihukum lebih berat. 


Seharusnya pelaku yang merupakan Guru itu harus menjadi teladan dan pelindung anak, ini malah menjadi orang yang menjual anak dibawah umur, untuk tujuan seksual. 

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved