Oknum Guru Jadi Mucikari, Wahono : Sangat Memalukan Dunia Pendidikan, Harus Dihukum Berat

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Wahono turut prihatin atas kasus oknum guru sekolah dasar (SD) yang terlibat perdagangan anak di bawah u

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Ketua Komisi II DPRD Rejang Lebong, Wahono saat diwawancarai oleh Tribunbengkulu.com, terkait kasus oknum guru SD yang menjadi mucikari, di ruang rapat paripurna, pada Rabu (21/9/2022) 


Pelaku Terancam 10 Tahun Penjara


Seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kabupaten Rejang Lebong, berinisial SA (54) disangkakan Undang-Undang tentang perlindungan Anak. 


Sebelumnya, SA diamankan Tim 45 Satreskrim Polres Rejang Lebong, bersama dengan pelaku TA (55) di salah satu rumah milik pelaku SA di Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong


SA dan TA yang juga merupakan pengguna jasa prostitusi itu, dijerat pasal 761 Jo pasal 88 Undangan-Undang No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undan-Undang No 23 Tahun 2002, Tentang Perlindungan Anak.


"Ancaman pidananya 10 tahun dan denda paling banyak Rp 200 juta," ujar Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong, AKP Sampson Sosa Hutapea. 


Oknum Guru Frustasi Karena Mantan Istri Menikah Lagi


Pengakuan SA (54) oknum guru Sekolah Dasar (SD) di Rejang Lebong yang menjadi mucikari prostitusi anak di bawah umur, lantaran sakit hati bercerai dan ditinggal mantan istri menikah lagi.


Oknum guru SD itu tega menjual anak berusia 12 tahun kepada pria hidung belang ini mengaku dirinya sakit hati terhadap mantan istrinya.


"Gejolak rumah tangga, mantan istri saya baru menikah lagi setelah bercerai dengan saya," ujar SA, pada Jumat (16/9/2022).


Pelaku mengungkapkan, korban dan dirinya ini tak memiliki ikatan keluarga dan baru berkenalan.


Menurutnya, korban juga bukan siswa sekolah tempat SA mengajar dan korban sendiri sudah putus sekolah.


''Korban datang sendiri ke pada saya, karena mendengar saya membuka prostitusi, dengan tarif termahal Rp 150.000 siapa saja yang datang kerumah. Nanti uang Rp 100.000 untuk korban dan Rp 50.000 untuk sewa tempat rumah saya,'' tuturnya


Tawarkan Korban ke Pria Hidung Belang di Rumah Pelaku


Oknum guru Sekolah Dasar (SD) SA di Rejang Lebong yang menjadi mucikari anak di bawah umur, menawarkan korban ke pria hidung belang di rumah pelaku. 


Dalam menjalani aksi bejatnya, pelaku menggunakan rumahnya yang berada di Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong untuk menawakan korban.


Bahkan, pelaku menyediakan kamar di rumahnya tersebut untuk pelanggan atau pengguna jasa prostitusi yang ia jalani.


Kemudian, ketika laki-laki hidung belang tiba dirumah pelaku, korban yang masih berusia 12 tahun dan putus sekolah itu dipanggil untuk melayani pria hidung belang yang memesan ke SA.


"Pelaku SA dan pelanggan bernegosiasi terlebih dahulu di dalam rumah. Jika harga sudah pas, korban akan dipanggil untuk melayani pria hidung belang itu," ucap Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong, AKP Sampson Sosa Hutapea, pada Jumat (16/9/2022) siang.


Ia menambahkan, jika korban sudah melayani pelanggan, pelaku SA akan menyerahkan sejumlah uang kepada korban dan Pelaku SA hanya mengambil untung sebesar Rp 20.000 hingga Rp 50.000.


Kegiatan tersebut sudah di jalani pelaku SA sejak bulan April 2022 lalu atau sekitar 4 bulan lalu, di salah satu rumah di Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong.


"Saat penggerebekan pada Kamis (15/9/2022) malam tadi, kami juga menyita uang transaksi sebesar Rp 120.000," tuturnya.


Sebelum 'Dijual' Oknum Guru Setubuhi Korban Sebanyak 3 Kali


Sebelum menjual korban ke pria hidung belang, oknum Guru SD di Rejang Lebong yang menjadi mucikari sempat menyetubuhi korban.


Bahkan, pelaku tak tanggung-tanggung menyetubuhi korban sebanyak 3 kali sebelum korban dijual ke lelaki hidung belang.


Hal itu diketahui berdasarkan hasil penyidikan lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Rejang Lebong terhadap pelaku SA warga Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong.


Pelaku SA sendiri saat ini telah diamankan polisi, lantaran menjadi mucikari terhadap anak dibawah umur yang berusia 12 tahun, pada Kamis (15/9/2022) malam.


Selain itu polisi juga mengankan satu orang pengguna jasa berinisial TA (55) warga Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong.


"Aksi pelaku ini bermula pada April 2022 lalu atau sekitar 4 bulan yang lalu, pelaku SA juga sudah menyetubuhi korban sebanyak 3 kali," ujar Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong, AKP Sampson Sosa Hutapea, saat konferensi pers di Mapolres Rejang Lebong, pada Jum'at (16/9/2022) siang.


Selain itu, polisi yang juga mangamankan pria paruh baya berinisial TA, yang menggunakan jasa prostitusi terhadap anak dibawah umur atau korban itu.


Pelaku TA merupakan pelanggan setia yang menggunakan jasa prostitusi anak dibawah umur tersebut.


"Sebelumnya juga pelaku TA sudah menggunakan jasa tersebut 2 kali, yang terakhir pelaku membayar uang sebesar Rp 120.000," tuturnya.


Oknum Guru Jadi Mucikari


Seorang oknum guru di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Rejang Lebong, diringkus Tim 45 Satreskrim Polres Rejang Lebong.


Oknum Guru ini berinisial SA (54) warga Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong diamankan karena diduga terlibat dalam kasus prostitusi anak di bawah umur.


"Selain itu kita juga mengamankan TA (55) seorang petani, ia merupakan pengguna jasa, warga Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong," kata Kapolres Rejang Lebong, AKBP Tonny Kurniawan dalam konferensi pers, pada Jumat (16/9/2022).


Kasus ini terungkap, saat pihak kepolisian melakukan penyelidikan dari informasi masyarakat adanya dugaan prostitusi di kawasan Kecamata Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong.


Usai melakukan serangkaian penyelidikan lebih lanjut, polisi mengetahui identitas pelaku.


Kemudian, pada Kamis (15/9/2022) polisi langsung melakukan penggerebekan di salah satu rumah di Kecamatan Curup Utara.


Saat digerebek, polisi mendapati korban dan pelaku TA sedang berada dalam ruangan.


Lalu keduanya diamankan dan polisi juga langsung mengamankan mucikarinya berinisial SA beserta uang transaksi sebesar Rp 120.000.


Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong, AKP Sampson Sosa Hutapea mengatakan, perbuatan SA itu sudah dilakukannya sejak April 2022 lalu.


"Dalam menjalani aksinya pelaku mendapatkan keuntungan dari Rp 20.000 hingga Rp 50.000," ujar .


Dari keterangan tersangka, usai diperiksa oleh polisi Pelaku SA menyediakan tempat 2 kamar di salah satu rumah di Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong untuk dijadikan tempat prostitusi.


Pengunjung atau pengguna jasa prostitusi nanti datang ke rumah tersebut, untuk melakukan negosiasi harga.


Lalu, pelaku pun menghubungi korban untuk melakukan tindakkan prostitusi.


Usai persetubuhan itu selesai, pelaku SA langsung menyerahkan sejumlah uang kepada korban.


"Sebelumnya pelaku TA sudah menggunakan jasa prostitusi korban sudah 2 kali. Sedangkan pelaku SA sebelumnya juga sudah menyetubuhi korban korban sudah 3 kali di lokasi rumah tersebut," ungkapnya.


Akibat perbuatannya, kedua pelaku di sangkakan pasal 761 Jo pasal 88 Undangan-Undang No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undan-Undang No 23 Tahun 2002, Tentang Perlindungan Anak.


Keduanya juga terancam 10 tahun kurungan penjara dan denda paling banyak Rp 200 Juta.


Polisi juga mengamankan uang tunai Rp 120.000 dan satu unit handphone.


Foto : Panji Destama/ Tribunbengkulu.com


Ketua Komisi II DPRD Rejang Lebong, Wahono Saat diwawancarai oleh Tribunbengkulu.com, terkai kasus oknum guru SD yang menjadi mucikari, di ruang rapat paripurna, pada Rabu (21/9/2022) 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved