Harga BBM Naik

Pedagang Ikan di Kota Bengkulu Keluhkan Kenaikan Harga BBM, Modal Naik Omzet Malah Menurun

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah pada 3 September lalu, membuat dilema para pedagang ikan di Kota Bengkulu.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Hendrik Budiman
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Pedagang Ikan di Kota Bengkulu, saat sedang berjualan ikan pada Rabu (21/9/2022), mereka mengeluhkan sejak kenaikan harga BBM pada 3 September lalu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah pada 3 September lalu, membuat dilema para pedagang ikan di Kota Bengkulu.

Otri pedagang ikan, mengatakan hal tersebut membuat mereka harus menambah modal untuk pembelian ikan dari nelayan.

Namun, untuk harga ikan yang mereka jual masih harga normal seperti sebelum adanya kenaikan harga BBM subsidi.

Baca juga: Penambang Emas di Lebong Selamat Setelah Terperosok ke Lubang Tambang Sedalam 25 Meter

"Kita kan harus mengimbangi modal nelayan, harga BBM kan naik. Tapi kita juga tak berani naikkan harga ikan, takut pembeli lari," kata Otri, Rabu (21/9/2022).

Tak hanya itu, saat ini para pedagang ikan juga dihadapkan dengan berkurang para konsumen.

Bahkan di hari hari libur atau akhir pekan, jumlah pembeli belum ada peningkatan, masih sepi seperti hari kerja biasanya.

Baca juga: 15 Oktober-14 November Ada Pendataan REGSOSEK di Kota Bengkulu, Dedi Wahyudi Minta Warga Jujur

"Sehari kini paling bisa jual 50 kg, dulu hari biasa itu bisa sampai 80-90 kg ikan terjual. Kini sulit, balik modal saja sudah alhamdulillah," akuinya.

Senada dengan itu, Mega, yang juga pedagang ikan di Pasar Bengkulu menjelaskan bahwa melihat kondisi sepinya pembeli, membuat dirinya tidak mengambil banyak stok ikan.

Jumlah ikan yang ia ambil disesuaikan dengan penjualan dalam sehari saja.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved