Pembunuhan Brigadir Yosua

Sidang Etik Brigjen Hendra Kurniawan Diundur Dengan Alasan Saksi Kunci Sakit Parah

Brigjen Hendra Kurniawan disidang etik karena menjadi tersangka terkait obstruction of justice penyidikan kasus kematian Brigadir Yosua Hutabarat

Editor: Hendrik Budiman
Tribun Sumsel
Ferdy Sambo (kanan) Brigjen Hendra Kurniawan(kiri). Sidang Kode Etik dan Profesi Polri (KKEP) terhadap bekas Karo Paminal Polri Brigjen Hendra Kurniawan diundur lantaran saksi kunci sakit parah. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Sidang Kode Etik dan Profesi Polri (KKEP) terhadap bekas Karo Paminal Polri Brigjen Hendra Kurniawan diundur lantaran saksi kunci sakit parah.

Brigjen Hendra Kurniawan disidang etik karena menjadi tersangka terkait obstruction of justice penyidikan kasus kematian Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Sidang kode etik terhadap Brigjen Hendra Kurniawan itu bakal digelar pekan depan.

"Jadi informasi yang saya dapat dari Biro Wabprof untuk Brigjen HK itu nanti akan dilaksanakan minggu depan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dikutip dari TribunNews.com, Rabu (21/9/2022).

Menurut Dedi sidang etik Brigjen Hendra Kurniawan terus mundur waktunya karena salah satu saksi kunci yaitu AKBP Arif Rahman mengalami sakit.

Dia bilang, AKBP Arif Rahman mengalami sakit yang serius.

"Karena saksi kuncinya memang dalam kondisi sakit tentunya kita harus menunggu dulu sampai dengan kondisi yang bersangkutan sehat. AKBP AR sakit proses penyembuhannya cukup panjang ya karena sakitnya agak parah," jelas Dedi.

Saksi yang dalam kondisi sehat merupakan syarat utama untuk bisa dihadirkan dalam sidang etik.

"Karena salah satu persyaratan untuk bisa dihadirkan dalam sidang kode etik saksi harus dalam kondisi sehat," pungkasnya.

Baca juga: Banding Etik Ferdy Sambo Ditolak, Kuasa Hukum Ferdy Sambo Akan Lakukan Upaya Perlawanan Hukum

Sebagaimana diketahui, Polri telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka terkait obstruction of justice penyidikan kasus kematian Brigadir J.

Ketujuh orang itu adalah Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, dan AKP Irfan Widyanto.

Mereka diduga melanggar Pasal 49 Juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 Ayat (1) Juncto Pasal 32 Ayat (1) UU ITE dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke 2 dan 233 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP.

Brigjen Hendra Kurniawan Diduga Pakai Private Jet Mafia Judi

Brigjen Pol Hendra Kurniawan diduga menggunakan private jet milik mafia judi saat mengunjungi keluarga Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Jambi.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved