270 Paket Sembako Didistribusikan Untuk Warga Terisolir Akibat Longsor di Lebong Tandai Bengkulu

Sebanyak 270 paket sembako sore ini sudah didistribusikan untuk warga terisolir yang berada di Desa Lebong Tandai Kabupaten Bengkulu Utara.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Ho/TribunBengkulu.com
Kolase foto longsor rel molek di Desa Lebong Tandai Kabupaten Bengkulu Utara dan jalan alternatif. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sebanyak 270 paket sembako sore ini sudah didistribusikan untuk warga terisolir yang berada di Dusun 1 Desa Lebong Tandai Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.

Sore ini, Kamis (22/9/2022) tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Utara bersama tim dari Dinas PUPR Bengkulu dan pihak Kecamatan Napal Putih telah melakukan pemantauan di lokasi longsor Lebong Tandai.

Diketahui, ada 270 KK di Dusun 1 Desa Lebong Tandai Bengkulu Utara terisolir akibat longsor yang melanda rel Motor Lori Ekspres (Molek) yang merupakan moda transportasi umum di wilayah tersebut.

"Bantuan sembako terdiri dari beras, air mineral dan juga mie instan yang didistribusikan sore ini untuk warga yang terisolir sebagai dampak dari longsor," ungkap Kepala BPBD Kabupaten Bengkulu Utara, Eka Hendriyadi, melalui pesan WhatsApp, Kamis (22/9/2022).

Selain rel Molek ini, masih ada akses jalan TMMD yang biasanya menjadi akses jalan alternatif bagi warga.

Namun akibat hujan yang melanda beberapa hari terakhir, jalan tersebut kondisinya sangat licin dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan.

"Longsor terjadi sore kemarin (21/9/2022) akibat hujan deras yang melanda wilayah desa Lebong Tandai dan sekitarnya," ungkap Kepala Desa Lebong Tandai, Supriadi.

Karena saat kejadian sudah sore dan tidak ada warga yang melintas, sehingga tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini.

Beberapa warga setempat sudah mulai bergotong royong membersihkan material longsor secara swadaya.

Sementara itu untuk kondisi jalan alternatif yang dibuat melalui program TMMD, kemungkinan dalam waktu dekat masih belum bisa dilalui.

Karena dengan kondisi jalan yang sekarang, jalan baru bisa dilalui lagi oleh kendaraan paling tidak jika panas berlangsung selama 1 Minggu.

"Kalau swadaya masyarakat mungkin sekitar 2 hari material longsor sudah selesai dibersihkan dan saya rasa rel Molek sudah bisa dilalui kembali," kata Supriadi.

Baca juga: Lahir Tanpa Anus, Bayi Usia 1 Tahun 7 Bulan di Bengkulu Tengah Butuh Uluran Tangan

Baca juga: Jangan Salah Kaprah, Damkar Kota Bengkulu: Ini yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Kebakaran

 
 

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved