5 Tahun Buron, Terpidana Korupsi Anggaran Pengadaan TPA Kepahiang Ditangkap di Sumedang

Terpidana korupsi penyimpangan anggaran pengadaan TPA Kepahiang tahun 2014 yang jadi buronan atau DPO sejak tahun 2017 akhirnya tertangkap di Sumedang

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi/TribunBengkulu.com
Terpidana korupsi penyimpangan anggaran pengadaan TPA Kepahiang tahun 2014 yang jadi buronan atau DPO sejak tahun 2017 ditangkap di Sumedang, Kamis (22/9/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Terpidana korupsi penyimpangan anggaran pengadaan TPA Kepahiang tahun 2014 yang jadi buronan atau DPO sejak tahun 2017 akhirnya tertangkap di Sumedang, Jawa Barat. 

Terpidana korupsi ini bernama Aji Seri, yang sebelumnya sudah divonis Pengadilan Tipikor PN Bengkulu pada 7 Desember 2021 lalu dengan hukuman penjara 1 tahun 9 bulan, dan pidana denda sebesar Rp 100 juta subsidiair 6 bulan penjara.

Karena buronan, terpidana korupsi Aji Seri ini diadili di Pengadilan Tipikor PN Bengkulu secara in absentia (tanpa kehadiran terdakwa).

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu, Heri Jerman mengatakan Aji Seri ditangkap pada Kamis (21/9/2022), pukul 00.30 WIB.

Penangkapan dilakukan dengan kerjasama tim Kejati Bengkulu, tim Kejari Sumedang, dan Polres Sumedang.

"Terpidana ini kita tangkap di saung kebun miliknya daerah Cisapati, Kabupaten Bandung, Jawa Barat," kata Heri Jerman kepada TribunBengkulu.com.

Terpidana Aji Seri kemudian dibawa ke Bengkulu sore ini. Begitu mendarat di Bengkulu, Aji Seri dibawa ke Kejati Bengkulu, dan diperlihatkan ke awak media dalam suatu konferensi pers.

Selanjutnya, terpidana akan menjalani tes kesehatan, sebelum eksekusi vonis dilakukan, dan akan ditempatkan di Lapas Bentiring, Kota Bengkulu. 

Aji Seri melarikan diri sejak tahun 2016 ke Sumedang, Jawa Barat. Awalnya, terpidana ini tinggal di rumah warga di Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.

Kemudian, Aji Seri berbaur, dan mengganti namanya Abdullah. Dia juga menikah dengan warga setempat, dan kemudian hidup sehari-hari sebagai petani.
 

Baca juga: Aktivis Perempuan dan Anak di Bengkulu Soroti Kasus Ayah Aniaya Anak Kandung hingga Alami Trauma

Baca juga: Dampak Inflasi, Polisi Sebut Tindak Kejahatan dan Kriminalitas di Kota Bengkulu Meningkat


 
 

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved