Ayah di Bengkulu Aniaya Anak Kandung

Aktivis Perempuan dan Anak di Bengkulu Soroti Kasus Ayah Aniaya Anak Kandung hingga Alami Trauma

Aktivis perempuan dan anak ikut menyoroti kasus ayah aniaya anak kandung di Bengkulu.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
HO Polres Bengkulu
DAR (32) ayah kandung yang tega memukul bagian sensitif anaknya sendiri saat diamankan di Polres Bengkulu pada Minggu (18/9/2022). Kasus ayah aniaya anak kandung kini mendapat sorotan dari aktivis perempuan dan anak. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Aktivis perempuan dan anak ikut menyoroti kasus ayah aniaya anak kandung di Bengkulu.

Direktur Yayasan Pusat Pendidikan dan Pemberdayaan Untuk Perempuan dan Anak (PUPA) Bengkulu, Susi Handayani mengatakan ada kejanggalan dalam kasus ayah aniaya anak kandung ini.

"Kejadian ini (kasus ayah anak kandung, red) sedikit janggal, karena saat kondisi pelaku emosi, masih bisa memilih bagian tubuh anaknya yang akan dipukul, dalam kasus ini yaitu alat kelamin anak," ujar aktivis perempuan dan anak Susi Handayani kepada TribunBengkulu.com, Kamis (22/9/2022).

Susi mempertanyakan, apakah hal tersebut memang benar pemukulan atau ada tindakan yang mengarah kepada kekerasan seksual terhadap anak.

"Kami meminta kepada para penyidik untuk benar-benar menyelidiki dan melihat hasil visum apakah benar hal tersebut pemukulan biasa atau ada unsur pencabulan yang dilakukan oleh ayah kandung si anak," kata Susi.

Jika benar ada indikasi kekerasan seksual terhadap anak, tentu pelaku tidak akan bisa melakukan Restorative Justice (RJ) atau penyelesaian secara kekeluargaan.

"Kalau benar hasil visum tidak hanya dipukul dan ternyata juga ada unsur pencabulan, maka kasus ini akan tunduk terhadap pasal tindak pidana kekerasan seksual dan itu tidak bisa di RJ kan," terang Susi.

Direktur PUPA ini pun mengutuk keras perlakuan pelaku terhadap korban yang tidak mampu menjaga dan memberikan rasa aman terhadap darah dagingnya sendiri.

"Pelaku tentu harus dihukum seberat-beratnya, dan bagi si anak meski sudah mulai ceria namun tetap harus didampingi dan mendapatkan perlakuan yang komprehensif sehingga bisa pulih seutuhnya," ungkap Susi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved