Aspirasi Mahasiswa Bengkulu Tolak Kenaikan Harga BBM Hari Ini Dibawa ke DPR RI

Sejak pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM pada 3 September 2022, setiap minggunya DPRD Provinsi Bengkulu didemo mahasiswa Bengkulu.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Pengurus Cabang PMII Provinsi Bengkulu, menggelar audiensi dengan DPRD Provinsi Bengkulu terkait tindak lanjut aspirasi mahasiswa Bengkulu pada demo tolak kenaikan harga BBM, Kamis (22/9/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sejak pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM pada 3 September 2022, setiap minggunya DPRD Provinsi Bengkulu didemo mahasiswa Bengkulu.

Aspirasi yang disampaikan pada aksi demo tolak kenaikan harga BBM mahasiswa di Bengkulu dalam bulan September ini sudah ditindaklanjuti.

Hari ini, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Ihsan Fajri bersama beberapa anggota DPRD Provinsi Bengkulu lainnya sudah berangkat ke Jakarta untuk menemui DPR RI.

Pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka menyampaikan aspirasi mahasiswa tolak kenaikan harga BBM di Bengkulu.

"Hari ini ketua DPRD Provinsi Bengkulu sudah berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi teman-teman terkait penolakan harga BBM," ungkap Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, Jonaidi usai menggelar audiensi dengan Pengurus Cabang PMII Provinsi Bengkulu, Kamis (22/9/2022).

Selain itu dalam audiensi yang baru saja berakhir pada sore hari ini, Kamis (22/9/2022) turut serta juga beberapa pihak seperti dari Dinas ESDM Provinsi, Dinas Perindag, Dinas Perhubungan dan juga pihak Pertamina.

Sehingga dalam audiensi ini beberapa informasi terkait dengan permasalahan BBM saat ini juga disampaikan kepada para mahasiswa tergabung dalam PMII.

"Betapa sedihnya negara ini ketika subsidi dibebankan kepada APBN, namun pada kenyataannya subsidi ini tidak dinikmati oleh masyarakat kecil. Maka dari itu munculah kesepakatan untuk bersama berbuat, mengawasi, pendistribusian BBM ini nanti bisa tepat sasaran," ujar Jonaidi.

Terpisah Ketua Pengurus Koordinator Cabang PMII Provinsi Bengkulu, Lubis menyatakan bahwa kedatangan mereka pada hari ini, merupakan bentuk keseriusan PMII dalam penolakan harga BBM bersubsidi.

Setelah aksi demo menolak harga BBM yang mereka laksanakan beberapa waktu yang lalu, PMII ingin memastikan bahwa aspirasi tersebut sudah disampaikan kepada DPR RI.

Selanjutnya PMII juga akan bersurat langsung ke Presiden Jokowi dan DPR RI terkait dengan penolakan kenaikan harga BBM ini.

"Selanjutnya tadi kepada pihak Pertamina menyatakan negara mengalami kerugian. Tapi kita tidak usah muluk-muluk, yang jadi permasalahan hari ini adalah tidak tepatnya penyaluran subsidi BBM. Harusnya jangan dinaikkan, cukup perketat saja pengawasannya," kata Lubis.

Sementara itu Lubis juga menyayangkan sampai dengan hari ini surat mereka yang menginginkan untuk audiensi dengan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah belum juga mendapat balasan.

Selain itu mereka juga sudah bersurat kepada pihak Polda Bengkulu, untuk juga beraudiensi membahas terkait dengan pengawasan BBM bersubsidi di Provinsi Bengkulu.

Baca juga: Lahir Tanpa Anus, Bayi Usia 1 Tahun 7 Bulan di Bengkulu Tengah Butuh Uluran Tangan

Baca juga: Dampak Inflasi, Polisi Sebut Tindak Kejahatan dan Kriminalitas di Kota Bengkulu Meningkat

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved