Harga Telur Ayam di Rejang Lebong Justru Turun saat BBM Naik

Berdasarkan pantauan TribunBengkulu.com dilapangan, harga telur ditingkat pertenak di Rejang Lebong Rp 45 ribu yang sebelumnya Rp 50 ribu per karpet.

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Dodi (25) warga Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Curup Timur, saat mengunjungi kadang ternak ayam petelornya, pada Kamis (22/9/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ternyata tidak cukup berdampak pada harga telur ayam yang justru turun di Rejang Lebong pada hari ini, Kamis (22/9/2022).

Berdasarkan pantauan TribunBengkulu.com dilapangan, harga telur ditingkat pertenak di Rejang Lebong Rp 45 ribu yang sebelumnya Rp 50 ribu per karpet.

Baca juga: Pendangkalan Muara Pasar Bawah Bengkulu Selatan, Wabup Instruksikan Dikeruk Pakai Alat Berat

"Minggu lalu harga dari kandang ke pasar sudah diangka Rp 45.000 per karpet. Harga telur terus merosot sejak kenaikan harga BBM,'' ujar pemilik perternakkan terlur ayam di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Curup Timur, Dodi (25), pada Kamis (22/9/2022) sore.

Akan tetapi, dirinya mengeluhkan harga pakan ayam yang mengalami kenaikan pasca kenaikan harga BBM.

Baca juga: Maraknya Lahan Parkir Dijadikan Lapak Jualan, Komisi III DPRD Kota Bengkulu Bakal Panggil Dishub

"Namun hanya pakan ayam jenis konsetrat naik Rp 15.000, jagung dan dedak masih stabil, " ungkapnya.

Dalam sehari ia harus mengeluarkan uang sebesar Rp 350.000 untuk pakan ayam saja.

Baca juga: Antrean BBM di SPBU Kota Bengkulu Mengular, Warga: Sering Ganggu Lalu Lintas Jalan

"Saat ini harus pinter-pinter ngatur keuangan agar tak gulung tikar. Cari-cari pakan ayam dengan teman cari yang murah," tuturnya.

Sehari ia dapat menghasilkan telur ayam sebanyak 14 -15 karpet, untuk dijual ke pasar tradisional di Kabupaten Rejang Lebong.

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved