Kisah Perjuangan Ison, Mampu Sekolahkan 6 Orang Anaknya Dari Kumpulkan Limbah Batu Bara

Membayangkan kata limbah, mungkin anggapan sebagian orang adalah hal yang kotor dan menjijikan. Namun jangan pernah menyepelekan limbah, sebab ada be

Editor: M Arif Hidayat
Yulia Miswanti/Magang
Ison, warga Kebun Keling seorang pengumpul limbah batu bara di muara Pantai Kualo. Dar profesi sampingannya, dia mampu menyekolahkan ke 6 anak-anaknya 

 

“Sebelum saya kerja menjadi pengumpul limbah batu bara, saya ikut bantu-bantu nelayan berlayar dan untuk jadi pengumpul limbah batu bara ini hanyalah serabutan,” ujarnya.

 

Sehari Ison bisa mengumpulkan puluhan karung limbah batu bara, saat intensitas air sungai tinggi, terkadang dia bisa mengumpulkan lebih dari 20 karung.

 

Namun, jika cuaca panas limbah batu bara yang terbawa arus sungai ke muara sedikit. Sehingga dia juga sering tidak mendapatkan hasil.

 

Satu karung limbah batu bara dihargai Rp 8.000 hingga Rp 10.000. Saat harga tinggi bisa capai Rp 14.000.


“Per hari kalau lagi banyak batu baranya bisa 20 karung tapi kalau lagi sepi ya nggak dapat,” ujarnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved