Kasus OTT Hakim Agung MA

Mahkamah Agung Prihatin Hakim Agung Terjaring OTT KPK, Siap Kooperatif Jalani Proses Hukum ke KPK

Mahkamah Agung Prihatin Hakim Agung Terjaring OTT KPK, Siap Kooperatif Jalani Proses Hukum ke KPK

Editor: Hendrik Budiman
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua KPK, Firli Bahuri (depan, kiri) menyaksikan petugas menunjukkan barang bukti terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA), di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2022) dini hari. KPK menahan 6 tersangka dari 10 orang yang ditetapkan sebagai tersangka yang di antaranya yakni Hakim Agung Mahkamah Agung, Sudrajad Dimyati terkait kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung dengan barang bukti uang 205 ribu SGD dan Rp 50 juta. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Respon Mahkamah Agung terkait kabar penangkapan seorang Hakim Agung Sudrajad Dimyati oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru bicara Mahkamah Agung Andi Samsan Nganro merasa prihatin atas penangkapan hakim agung tersebut.

"Kami jajaran MA menyatakan rasa prihatin atas kejadian yang kita sama-sama tahu bersama kemarin (penangkapan kepada Sudrajad). Sehubungan dengan penetapan tersangka dan pemanggilan salah seorang hakim agung Bapak Sudrajat Dimyati, MA bersikap kooperatif dan menyerahkan mekanisme proses hukum yang menjadi kewenangan KPK," kata Andi dikutip dari Kompas Tv, Jumat (23/9/2022).

Adapun, Jumat pagi tadi, Sudrajad mendatangi MA.

Baca juga: Kronologi OTT Hakim Agung Sudrajad, Ini Nama-nama Pemberi dan Penerima Suap

"Jadi, Bapak Sudrajat tadi malam masih di rumahnya, dan tadi pagi ada pertemuan dengan kami. (Beliau) minta restu dan siap untuk menghadiri (panggilan KPK) dan kami pun juga mendorong supaya menghadiri pemanggilan KPK ini.Pagi ini, (yang bersangkutan) berkantor, beliau akan segera mendatangi KPK," jelas Andi.

Kedatangan Sudrajat, lanjut Andi, tak lain untuk memenuhi panggilan dari KPK karena kabarnya ia telah ditetapkan sebagai tersangka.

Lebih lanjut, Andi belum bisa memberikan keterangan lebih detail terkait dengan kondisi Sudrajad saat ini.

ometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen>

"Kami sebagai MA tidak bisa mendahului, nanti bisa ditanyakan ke KPK."

"Karena nanti kalau kita yang memberikan pernyataan nanti dikira tidak objektif dan (terkesan) membela."

"Bahwa ada pengumuman tersangka itu, ya kami tunggu perkembangannya," lanjut Andi.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved