Pendangkalan Muara Pasar Bawah Dikeruk, Nelayan di Bengkulu Selatan Sumringah Bisa Kembali Melaut

Dirinya berharap, kedepan biaya pemeliharaan pintu muara Pasar Bawah dapat dianggarkan 2 kali dalam satu tahun

Ahmad Sendy Kurniawan Putra/Tribunbengkulu.com
Tampak alat berat melakukan pengerukan di muara Pasar Bawah Bengkulu Selatan, pada Jumat (23/9/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Pengerukan muara Pasar Bawah Bengkulu Selatan, memberikan angin segar bagi para nelayan yang bisa kembali melaut yang sempat terhenti akibat pendangkalan alur.

Erwan, seorang nelayan di Pasar Bawah Bengkulu Selatan mengaku senang dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan perhatian kepada nelayan sekitar

"Terima kasih banyak, telah meringankan kerja para nelayan. Terutama kami sudah bisa melaut lagi untuk mencari nafkah," kata Erwan kepada TribunBengkulu.com, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Antrean Mengular, SPBU Beberkan Fakta Ketersediaan BBM Subsidi di Bengkulu

Sementara itu, Wakil Bupati Bengkulu Selatan H. Rifai Tajudin mengatakan pengerukan dipastikan selesai pada Sabtu (24/9/2022) agar nelayan kembali bisa melaut.

''Pengerjaan atau pengerukan pintu muara tersebut ditargetkan selesai besok. Lantaran, penggunaan alat berat tersebut tidak bisa lama. Karena alat tersebut merupakan alat milik DLHK, yang selalu standby di Tempat pembuangan sampah,'' ujar Rifai, Jumat (23/9/2022).

Dirinya berharap, kedepan biaya pemeliharaan pintu muara Pasar Bawah dapat dianggarkan 2 kali dalam satu tahun.

Baca juga: Dua Pabrik di Bengkulu Selatan Kembali Naikan Harga TBS Sawit Rp 30 tiap Kilogram, Pasokan Minim

Maka, dalam waktu dekat dirinya mengajak OPD terkait yakni Dinas Perikanan Bengkulu Selatan dan DPRD Bengkulu Selatan meninjau langsung lokasi agar mengetahui duduk perkara yang dihadapi para nelayan.

''Sehingga kita bisa menganggarkan biaya pengerukan itu pada tahun depan,'' ungkapnya.

Sebelumnya, akibat pendangkalan alur di muara Pasar Bawah tersebut banyak nelayan memilih tidak melut.

Bahkan, para nelayan yang melaut harus mendorong perahu agar bisa berlayar yang memakan waktu hampir satu jam lebih dan memerlukan orang yang banyak.

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved