Pengusaha Gilingan Padi dan Kopi di Kepahiang Dibolehkan Isi Solar Pakai Jerigen, Ini Syaratnya

Menurutnya, Hal itu sudah di atur dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014, Tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Kepahiang, Johannes Dalos saat diwawancarai TribunBengkulu.com terkait pengggunaan BBM subsidi untuk pelaku usaha dan UMKM menegah ke bawah, pada Jumat (23/9/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Kepahiang, Johannes Dalos menjelaskan untuk pengusaha ataupun UMKM menegah ke bawah bisa mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar dengan jerigen.

Menurutnya, Hal itu sudah di atur dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014, Tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

"Dalam PP No 191 Tahun 2014 sudah di jelaskan untuk pelaku UMKM atau Pengusaha menengah kebawah yang mesin-mesin perkakas miliknya menggunakan BBM subsidi seperti solar boleh mengisi dengan jerigen," ucapnya saat diwawancarai oleh TribunBengkulu.com, pada Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Pengusaha Gilingan Padi dan Kopi di Kepahiang Dapat Prioritas Beli Solar Boleh Pakai Jerigen

Namun pengisian BBM itu harus memenuhi verifikasi dalam artian ada surat pengantar dari desa tempat ia berusaha atau pun tinggal.

Lalu surat keterangan yang menyatakan pelaku usaha atau UMKM memiliki usaha di desa itu, dibawa ke Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM, nanti akan dikeluarkan surat rekomendasi untuk mengisi BBM di SPBU.

Namun untuk di pertanian seperti traktor ataupun huller, masyarakat membawa surat keterangan dari desa ke Dinas Pertanian.

"Mekanismenya nanti petugas akan datang ke lokasi memeriksa berapa kebutuhan BBM yang diperlukan mesin dalam beroperasi selama sehari," tuturnya.

Baca juga: Warga Kepahiang Bengkulu, Simpan Uang Kuno Mandat ORIDA Bengkulu Peninggalan Buyut

Setelah didapati kebutuhan mesin menggunakan BBM, pihaknya akan mengeluarkan surat rekomendasi untuk pelaku usaha atau UMKM mengisi BBM di SPBU.

Surat rekomendasi itu tergantung kebutuhan dari pemilik usaha, apakah dalam seminggu dibutuhkan misal 20 liter atau sebulan 200 liter, sesuai kebutuhan.

Halaman
1234
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved