Sengketa Lahan SDN 62 Kota Bengkulu, Sejak 2019 Siswa Menumpang Belajar

Ratusan siswa di SDN 62 Kota Bengkulu, terpaksa menumpang untuk aktivasi belajar mengajar sejak 2019.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Hendrik Budiman
Achmad/TribunBengkulu.com
Kondisi terkini SDN 62 Kota Bengkulu. Masih tersegel namun terlihat rumput liar sudah memenuhi pagar sekolah, Jumat (4/3/2022) lalu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Ratusan siswa di SDN 62 Kota Bengkulu, terpaksa menumpang untuk aktivasi belajar mengajar sejak 2019.

Hal itu lantaran, konflik lahan antara ahli waris lahan SDN 62 dan Pemkot Bengkulu membuat SDN 62 tak bisa lagi ditempati.

Salah satu wali murid, yang enggan disebut namanya menyampaikan kekhawatirannya akan pendidikan anaknya tersebut.

Baca juga: Sengketa SDN 62 Kota Bengkulu Akibatkan Siswa Menumpang, Ahli Waris: Tak Niat Ganggu Pendidikan

"Anak-anak kan belajarnya siang, gantian dengan SD 51. Terus sering diejek, pai lah awak numpang (pergilah cuma numpang) di sekolah kami, " kata Wali murid, Jumat (23/9/2022).

Ia khawatir dengan perkataan tersebut, dapat mengganggu psikologi dari anaknya.

Disamping juga, untuk jam belajar dinilai kurang efektif karena mulai pukul 13:00 sampai 17:00 WIB.

Ia lebih menginginkan jika anaknya bisa belajar pagi seperti sebelumnya.

"Kita dukung lah bagaimana kondisi anak. Tapi ya, jangan selama di sini. Dulu pemda janji cuma 1 tahun menumpang. Tapi ini malah sudah 3 tahun juga masih, " sesalnya.

Baca juga: UNIB Bersiap Jadi Kampus Kelas Dunia, Mahasiswanya Gak Boleh Gaptek dan Terapkan 4C

Tak hanya itu, ia mengatakan persoalan lainnya juga ada di tengah nasib menumpang sekolah ini yakni saling mencurigai jika ada salah satu barang siswa yang tertinggal.

Halaman
123
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved