Sengketa SDN 62 Kota Bengkulu Akibatkan Siswa Menumpang, Ahli Waris: Tak Niat Ganggu Pendidikan

Gugatan dan Konflik Sebabkan Siswa SD 62 Bengkulu Harus Menumpang, Ahli Waris Lahan Tegaskan Tak Niat Ganggu Pendidikan

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Hendrik Budiman
Achmad/TribunBengkulu.com
Kondisi terkini SDN 62 Kota Bengkulu. Masih tersegel namun terlihat rumput liar sudah memenuhi pagar sekolah, Jumat (4/3/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Konflik antara ahli waris lahan SDN 62 dan Pemkot Bengkulu membuat SDN 62 tak bisa lagi ditempati.

Apalagi, setelah menang di pengadilan melawan Pemkot Bengkulu, pihak ahli waris lahan juga menyegel bangunan sekolah yang berlokasi di Kelurahan Sawah Lebar Kota Bengkulu ini.

Hingga saat ini, siswa di SDN 62 Kota Bengkulu harus menumpang kegiatan belajar mengajar di SDN 51 Kota Bengkulu.

Baca juga: Antrean Mengular, SPBU Beberkan Fakta Ketersediaan BBM Subsidi di Bengkulu

Penasehat hukum ahli waris, Dike Meyrisa menegaskan, klienya tidak ada niatan untuk mengganggu proses pendidikan di SDN 62 Kota Bengkulu.

"Tentu tidak ada niat mengganggu pendidikan. Kami maunya damai saja, apa lahannya dibeli atau disewa," kata Dike kepada TribunBengkulu.com, Jumat (22/9/2022).

Awalnya, tidak ada konflik dan kegiatan sekolah berlangsung normal.

Baca juga: UNIB Bersiap Jadi Kampus Kelas Dunia, Mahasiswanya Gak Boleh Gaptek dan Terapkan 4C

Namun, pada tahun 2014, pihak Pemkot yang menggugat ahli waris atas kepemilikan lahan tersebut dan naik ke pengadilan.

''Di pengadilan, ada yang menang dan ada yang kalah. Kami bisa membuktikannya, bahwa klien saya, ahli waris yang memiliki lahan tersebut," ujarnya.

Dengan adanya putusan pengadilan, lahan SDN 62 Kota Bengkulu tersebut sah milik ahli waris, dan bukan lahan milik Pemkot Bengkulu.

Baca juga: SPBU di Bengkulu Masih Layani Pengisian BBM Subsidi Bagi Kendaraan Mewah, Adakah Sanksinya?

Hal itu juga bisa mereka buktikan, sehingga menang di pengadilan hingga tingkat kasasi.

Saat ini, pihak ahli waris kembali menggugat Pemkot Bengkulu, atas bangunan yang ada di atas lahan.

Status bangunan tersebut adalah milik Pemkot.

"Kami ingin kejelasan dari pengadilan, apakah bangunannya dieksekusi, dikosongkan, atau bagaimana. Karena lahannya milik ahli waris," ungkapnya.

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved