SPBU di Bengkulu Masih Layani Pengisian BBM Subsidi Bagi Kendaraan Mewah, Adakah Sanksinya?

Sejumlah SPBU Bengkulu masih melayani pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi bagi kendaraan mewah dan mobil di atas 1.400 CC.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Mobil Pajero yang masuk dalam kategori mobil mewah saat mengisi BBM subsidi di salah satu SPBU yang ada di Kota Bengkulu pada saat pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM 3 September 2022. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) di Bengkulu masih melayani pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi bagi kendaraan mewah dan mobil di atas 1.400 CC.

Padahal pemerintah memperuntukaan BBM subsidi baik jenis pertalite maupun biosolar ini untuk masyarakat golongan menengah ke bawah.

Tetapi masih banyak BBM subsidi yang justru ikut dinikmati oleh masyarakat golongan menengah ke atas yang memiliki kendaraan mewah.

Hal ini bahkan dianggap menjadi salah satu pemicu tidak tepatnya penyaluran subsidi BBM selama ini.

Menanggapi hal ini, pihak Pertamina menyatakan tidak bisa memberi sanksi terhadap SPBU yang masih melayani pengisian BBM bersubsidi bagi kendaraan yang tergolong mewah.

Pasalnya sampai saat ini belum ada regulasi yang mengatur ataupun melarang pengisian BBM bersubsidi untuk kendaraan mewah.

"Saat ini memang belum ada peraturan teknis yang jelas menyatakan kendaraan yang mewah itu tidak boleh menggunakan BBM Bersubsidi," ungkap Sales Branch Manager Terminal BBM Pertamina Pulau Baai Bengkulu, Veri Fernando.

Khusus untuk kendaraan roda empat, saat ini ada beberapa kendaraan yang jelas dilarang untuk mengisi BBM bersubsidi di SPBU.

Di antaranya yaitu kendaraan dinas TNI, kendaraan dinas Polri, kendaraan dinas pemerintahan (plat merah) mulai dari tingkat Desa/Kelurahan sampai tingkat Provinsi.

Namun untuk kendaraan mewah yang biasanya dimiliki oleh orang-orang yang tergolong mampu, biasnya Pertamina hanya melakukan teguran berupa imbauan saja.

"Untuk masyarakat yang mampu itu jangan membebani negara dengan mengkonsumsi BBM bersubsidi. Kami harapkan teman-teman media juga ikut mengedukasi masyarakat, supaya mereka sadar," imbuh Veri.

Sementara itu karena Pertamina sifatnya adalah operator, sehingga mereka hanya menjalankan aturan yang telah ditetapkan oleh regulator.

Jika nanti ke depan ada aturan terbaru yang dengan tegas melarang pengisian BBM bersubsidi bagi kendaraan mewah, maka pihak Pertamina siap untuk menjalankan.

"Sekarang belum ada, tapi kita lihat ke depan jika nanti ada maka kita siap terapkan. Tapi lagi-lagi kami imbau, kalau sudah merasa mampu ayo pakai BBM yang non subsidi dengan kualitas yang sudah lebih bagus," ujar Veri. 

Baca juga: SPBU di Bengkulu Selatan Masih Layani Mobil Mewah dan Mobil di Atas 1.400 CC Isi BBM Subsidi

Baca juga: Benarkah Stok BBM Subsidi di Bengkulu Masih Aman? Cek Faktanya

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved