Warga Kepahiang Bengkulu, Simpan Uang Kuno Mandat ORIDA Bengkulu Peninggalan Buyut

Seorang pria warga di Kabupaten Kepahiang, masih menyimpan uang kuno dan Mandat Oeang Republik Indonesia Daerah (ORIDA) Bengkulu. 

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Juni (37) warga Desa Pelangkian, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, ORIDA Bengkulu Rp 250 (Kiri) dan ORIDA Sumatera Rp 10 (Kanan), pada Jum'at (23/9/2022)  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Seorang pria warga di Kabupaten Kepahiang, masih menyimpan uang kuno dan Mandat Oeang Republik Indonesia Daerah (ORIDA) Bengkulu


Adalah Juni (37), warga Desa Pelangkian Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang. Ia mendapatkan uang itu peninggalan dari sang buyut. 


"Di rumah ibu saya ada banyak lagi sekitar 550 lembar uang kertas dan uang logam lebih kurang beratnya hampir 1 kilogram," ujarnya saat diwawancarai oleh Tribunbengkulu.com di rumahnya, pada Jumat (23/9/2022) sore. 


Uang kertas sebanyak 550 lembar itu, memiliki pecahan bermacam mulai dari Rp 10 hingga Rp 250, untuk uang koin hanya pecahan Rp 10.


Uang yang dimilikinya selama ini, tak pernah ia keluarkan, hanya disimpan di dalam lemari baju di rumah ibunya. 


"Belum ada yang pernah nawar sih untuk uang yang saya miliki, karena saya tidak tau untuk apa uang itu, tapi kalau ada yang nawar saya persilahkan," tuturnya. 


Uang kuno dan ORIDA ini di simpan dalam kotak besi dengan rapi dan kotak besi itu dimasukkan ke dalam lemari pakaian. 


Ia juga menceritakan, bahwa sang buyut dulunya seorang petani kopi dan padi di Kabupaten Kepahiang, buyut juga kerap menabung uang dari hasil pertanian. 


Uang kertas yang ia tunjukkan ke Tribunbengkulu.com, hanya ada pecahan koin Rp 10, uang kertas Rp 10 hingga Rp 250.

Halaman
12
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved