Dampak Harga Pertamax Melonjak, Pertashop Alami Penurunan Penjualan

Sejumlah pertashop yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah mengalami penurunan penjualan yang sangat signifikan usai pertamina menaikkan harga bahan

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: M Arif Hidayat
HO Pertamina
Salah Satu SPBU. Melambungnya harga pertamax berdampak pada penjualan BBM pertashop 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Sejumlah pertashop yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah mengalami penurunan penjualan yang sangat signifikan usai pertamina menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax beberapa waktu lalu. 


Bahkan dalam satu hari, salah satu pertashop yang ada di Desa Padang Tambak Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah hanya mampu menjual 54 liter saja. 


Hal tersebut berbanding terbalik dengan kondisi saat harga Pertamax hanya Rp 9.400, pertashop mampu menjual hingga 300 liter per hari. 


"Pertamax ini dua kali mengalami peningkatan harga, mulai dari harga Rp 9.400 naik ke Rp 13 ribu dan sekarang sudah Rp 15.200 per liternya," ujar Dimas pegawai Pertashop di Desa Padang Tambak, Sabtu (24/9/2022). 


Penurunan penjualan tersebut sudah terjadi dalam tiga pekan terakhir, dikarenakan masyarakat sekitar lokasi pertashop lebih memilih membeli BBM jenis pertalite yang jauh lebih murah. 


"Selisih harganya terlalu besar, makanya masyarakat banyak yang beli pertalite, kalau dulu masih harga Rp 9.400 atau Rp 13 ribu masyarakat masih terjangkau," ungkapnya. 


Dimas mengaku sangat sulit melakukan penjualan Pertamax dengan harga Rp 15.200 di lokasi yang berada di pedesaan. 


"Untuk hari ini (24/9/2022) hingga siang hari saya baru menjual 29 liter, gimana mau cukup untuk bayar gaji dan operasional jika penjualan terus turun," kata Dimas. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved