Pembunuhan Brigadir Yosua

Ferdy Sambo Dipindahkan dari Patsus ke Rutan Mako Brimob Usai Dipecat Dari Polri

Bahkan, dalam waktu dekat, Mabes Polri pun berencana memindahkan Ferdy Sambo dari tempat khusus ke rumah tahanan Mabo Brimob.

Editor: Hendrik Budiman
Istimewa
Putri Candrawathi tampak memegang lengan dan mencium pundak suaminya, Irjen Ferdy Sambo, usai digelarnya rekonstruksi pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, Selasa (30/8/2022). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Setelah banding atas putusan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) ditolak komisi kode etik polri (KKEP), Ferdy Sambo resmi dipecat dari Polri.

Bahkan, dalam waktu dekat, Mabes Polri pun berencana memindahkan Ferdy Sambo dari tempat khusus ke rumah tahanan Mabo Brimob.

Hal itu dibenarkan oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo.

Pasalnya, status Ferdy Sambo bukan lagi anggota Polri maka dipindahkan.

"Kalau Patsus kan itu karena pelanggaran kode etik (anggota Polri). Tetapi, rutannya masih tetap sama di Brimob Kelapa Dua Depok," kata Dedi, Minggu (25/9/2022).

Dedi menjelaskan bahwa saat ini Ferdy Sambo sudah jadi warga sipil, maka kasus yang menjeratnya akan sama di mata hukum.

Dalam perkara ini, Ferdy Sambo akan dikenakam Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua.

"Subsider 338 jo 55 dan 56 sudah pidum (pidana umum)," jelas Dedi.

Polri Klaim Tak Ada 'Misteri Kakak Asuh'

Dugaan IPW terkait 'Misteri kakak asuh' yang melindungi Ferdy Sambo terkait kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosuah Hutabarat atau Brigadir J dibantah Polri.

Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo menegaskan terkait dugaan adanya 'kakak asuh' yang melindungi Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir J, tidak ada.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dedi usai dirinya berkoordinasi dengan Dittipidum Bareskrim maupun Divpropam Polri.

Baca juga: Polri Klaim Tak Ada Misteri Kakak Asuh yang Melindungi Ferdy Sambo Terkait Kasus Brigadir J

"Terkait kakak asuh, adik asih itu kan kembali lagi hanya dugaan. Tapi yang jelas saya sudah berkoordinasi dengan pak Dir (Dirttipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian) maupun Propam itu tidak ada," ujar Dedi, dalam keterangannya, Sabtu (24/9/2022).

Lebih lanjut, ia meminta agar tetap fokus pada pokok substansi yang masih bergulir hingga saat ini, yakni sidang kode etik

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved