Pembunuhan Brigadir Yosua

Polri Klaim Tak Ada 'Misteri Kakak Asuh' yang Melindungi Ferdy Sambo Terkait Kasus Brigadir J

Hal tersebut diungkapkan oleh Dedi usai dirinya berkoordinasi dengan Dittipidum Bareskrim maupun Divpropam Polri.

Editor: Hendrik Budiman
Istimewa
Ilustrasi - Ferdy Sambo dan 'Misteri Kakak Asuh'. Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo menegaskan terkait dugaan adanya 'kakak asuh' yang melindungi Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir J, tidak ada. 

Keluarga Brigadir J Waspadai Koneksi Sambo

Kuasa hukum Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak belum terlalu yakin Ferdy Sambo benar-benar bisa dihukum berat dalam kasus pembunuhan berencana yang menjeratnya.

Martin mengungkapkan, bahwa pemecatan Ferdy Sambo di kepolisian memang patut diapresiasi. Sebab, dengan pemecatan tersebut, Ferdy Sambo telah kehilangan tahtanya di kepolisian.

Hilangnya tahta Ferdy Sambo di kepolisian, tentu akan mempersulit gerak mantan perwira tinggi polisi itu untuk keluar dari jerat hukum yang dihadapinya.

Namun kata Martin perlu dicatat, meski tahta Ferdy Sambo sudah runtuh, harta mantan Irjen itu masih berlimpah.

Apalagi diketahui sejumlah kekayaan yang dimiliki Ferdy Sambo tidaklah lazim seperti transaksi kebutuhan rumah tangga yang mencapai ratusan juta rupiah.

Dimana gaji lazim perwira tinggi polisi sekelas Ferdy Sambo hanya Rp30 juta perbulan. Martin pun meyakini bahwa sampai saat ini, harta Ferdy Sambo masih bergelimang.

Harta itulah kata Martin yang membuat pihak Brigadir J khawatir Ferdy Sambo masih memiliki koneksi untuk membuatnya lari dari proses hukum yang menjeratnya.

"Dengan hilangnya tahta, jabatan tidak serta merta hilangkan koneksi, kita tidak tahu koneksi Ferdy Sambo ini masih setia atau tidak," jelas Martin dikutip dari Kompas Tv Kamis (22/9/2022).

Pihak keluarga Brigadir J khawatir Ferdy Sambo masih bisa mengendalikan kasus hukum dengan uangnya yang masih berlimpah.

Apalagi kata Martin, dalam prosesnya, ajudan Ferdy Sambo mengaku sempat ditawarkan sejumlah uang dalam pembunuhan Brigadir J.

Diketahui Ferdy Sambo resmi dipecat dari kepolisian atas kasus pembunuhan Brigadir J yang menjeratnya.

Status Ferdy Sambo juga saat ini sudah menjadi tersangka pembunuhan berencana. Meski begitu, berkasnya di Kejaksaan belum masuk P21 sehingga masih P19.

2 Bulan Kasus Brigadir J Belum Masuk Persidangan

Sudah dua bulan lebih sejak Brigadir J alias Yosua tewas di rumah dinas Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022) lalu, ayah Brigadir J Samuel Hutabarat merasa pasrah.

Bahkan menurutnya, sampai saat ini, penyebab tewasnya Brigadir J masih simpang siur dan kasusnya pun masih berjalanan.

Hal itu diungkapkan, Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Sumanjuntak.

Bahkan, Kamaruddin merasa gagal sebagai pengacara setelah melihat perkembangan kasus pembunuhan Brigadir J yang tak sesuai ekspektasinya.

Sebab, menurutnya, setelah tiga bulan kasus ini berjalan polisi hanya menetapkan lima tersangka terkait pembunuhan tersebut.

Mereka antara lain Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR, Kuat Maruf, dan Putri Candrawathi.

Sementara yang ditetapkan tersangka dalam kasus obstruction of justice hanya tujuh orang.

Padahal menurut dia, harusnya sudah ada puluhan tersangka.

"Pada akhirnya apa yang saya perkirakan, perkara ini akan menjadi balilut sudah terjadi. Artinya sudah tiga bulan perkara ini sejak Juli, perkara tidak terang-terang," kata Kamaruddin Simanjuntak dalam forum diskusi online seperti dikutip dari video yang diunggah akun Tiktok @tobellyboy.

Sementara Samuel Hutabarat, ayahanda Brigadir J, hanya bisa pasrah dan merasa lelah.

"Pak Samuel, orangtua Almarhum sudah menyatakan 'sudah selesai lah, toh anak saya tidak kembali'. Kemarin ketika saya ke Jambi, beliau berpesan 'sudah, sudah cukup lah. Kami udah capek pak. Kami mendengar aja capek, apalagi bapak yang melakukan'," cerita Kamaruddin.

Diungkap Kamaruddin Simanjuntak, perjuangannya selama ini agar almarhum Brigadir J mendapat keadilan nyaris tak membuahkan hasil.

Padahal ia sudah memberikan semuanya untuk pengusutan kasus Brigadir J.

"Sekarang ini sangat mengecewakan. Tetapi, saya betul-betul minta maaf, saya sudah berjuang dengan mengorbankan segalanya. Baik pikiran, materi, maupun waktu. Saya membiayai semua perkara ini. Tapi saya tidak bermaksud mengungkit-ungkit itu," ungkap Kamaruddin.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved