Pembunuhan Brigadir Yosua

Sidang Brigjen Hendra Ditunda Hingga 3 Kali, Pengamat Curiga Disengaja hingga Bikin Tanda Tanya

Pengamat menyoroti soal jadwal sidang Brigjen Hendra Kurniawan yang kembali molor bahkan ditunda hingga 3 kali.

Editor: Hendrik Budiman
TRIBUNNEWS
eks Karo Paminal Propam Polri, Brigjen Hendra Kurniawan (kiri) dan Ferdy Sambo (Kanan). Pengamat menyoroti soal jadwal sidang Brigjen Hendra Kurniawan yang kembali molor bahkan ditunda hingga 3 kali. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Pengamat menyoroti soal jadwal sidang Brigjen Hendra Kurniawan yang kembali molor bahkan ditunda hingga 3 kali.

Merespons ditundanya sidang etik Brigjen Hendra, Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, menilai penjadwalan sidang KKEP Brigjen Hendra seperti diulur.

"Mengapa ini dibandingkan yang lain-lainnya (polisi -red) yang (pangkatnya) di bawah Brigjen Hendra didahulukan, sementara Brigjen Hendra ini agak dilambatkan," kata Bambang di pogram Kompas Malam KOMPAS TV, Rabu (21/9/2022).

Bambang mengatakan, penjadwalan sidang KKEP, yang merupakan kewenangan Polri itu seolah menempatkan Brigjen Hendra tidak di awal.

"Seolah­-olah seperti diulur-ulur, entah jadwal apa yang disusun oleh Polri, siapa yang didahulukan, atau siapa yang nomer sekian," ucapnya.

Apalagi, Brigjen Hendra adalah orang nomor dua setelah eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dalam perkara obstruction of justice.

"Makanya kalau saat ini sidang ditunda kembali, ini juga memunculkan tanda tanya," jelas Bambang.

"Meskipun secara umum sidang kode etik dalam kasus Duren Tiga atau rekayasa pembunuhan (Brigadir J) ini, ini kemajuannya pesat sekali dibandingkan sidang-sidang etik sebelumnya," imbuhnya.

Kendati begitu, Bambang meyakini Brigjen Hendra Kurniawan akan mendapat sanksi terberat yakni pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH dari Polri.

Menurut Bambang, sebagai perwira tinggi Brigjen Hendra bisa memilih untuk tidak ikut perintah pimpinannya Ferdy Sambo untuk menutup kasus pembunuhan Brigadir J.

Baca juga: Menanti Pengakuan Saksi Kunci Kasus Brigadir J saat Jalani Sidang Etik yang Sempat Ditunda 3 Kali

Selain itu peran Brigjen Hendra dalam menghalangi penyidikan kematian Brigadir J juga berat.

Brigjen Hendra terlibat dalam menghilangkan CCTV vital di rumah dinas Ferdy Sambo, tempat pembunuhan Brigadir J.

Ia juga disebut melarang keluarga untuk merekam jasad Brigadir J karena alasan aib.

Berkaca dari putusan sidang pelanggaran etik PTDH sebelumnya, tidak menutup kemungkinan Brigjen Hendra mendapat sanksi pemecatan dari Polri.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved