Pembunuhan Brigadir Yosua

Sidang Brigjen Hendra Ditunda Hingga 3 Kali, Pengamat Curiga Disengaja hingga Bikin Tanda Tanya

Pengamat menyoroti soal jadwal sidang Brigjen Hendra Kurniawan yang kembali molor bahkan ditunda hingga 3 kali.

Editor: Hendrik Budiman
TRIBUNNEWS
eks Karo Paminal Propam Polri, Brigjen Hendra Kurniawan (kiri) dan Ferdy Sambo (Kanan). Pengamat menyoroti soal jadwal sidang Brigjen Hendra Kurniawan yang kembali molor bahkan ditunda hingga 3 kali. 

Pemeriksaan kali ini, didampingi langsung oleh kuasa hukum keluarga yakni, Kamaruddin Simanjuntak, Nelson Simanjuntak, dan Martin Simanjuntak.

Keluarga yang hadir yakni, Samuel Hutabarat, Rosti Simanjuntak, Yuni Hutabarat, Devi Hutabarat, dan Reza Hutabarat.

Ada Rohani Simanjuntak, Roslin Simanjuntak, dan kekasih almarhum Yosua, Vera Simanjuntak, Sangga Sianturi, dan 2 orang perawat.

Baca juga: Vera Simanjuntak Kekasih Brigadir J Dipanggil Bareskrim di Mapolda Jambi Tandatangani 110 BAP Baru

Kamaruddin Simanjuntak menjelaskan, kedatangannya saat ini untuk mendampingi pihak keluarga dalam memperbanyak lembar BAP sebelumnya, dan meminta tanda tangan 11 saksi.

"Iya, ini terkait laporan kita dulu. Dan saat ini 11 saksi kita diminta tanda tangan untuk perbanyakan berkas BAP yang diawal," katanya.

Pemeriksaan ini berlangsung di Ruang Restorative Justice Ditreskrimum Polda Jambi, Lantai III, Gedung Lama Mapolda Jambi.

Pantauan Tribunjambi.com, sejumlah saksi masih menunggu giliran untuk masuk ke dalam ruangan.

Sebanyak 11 saksi dimintai tanda tangan secara bergantian.

Kamaruddin Simanjuntak menjelaskan, tanda tangan ke 11 saksi ini, untuk melengkapi berkas perkara pembunuhan berencana agar masuk tahap P21.

Kamaruddin Dampingi Keluarga dan Kekasih Brigadir J

Kamaruddin Simanjuntak mendampingi keluarga inti dan kekasih almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J ke Mapolda Jambi, pada Minggu (25/9/2022).

Hal itu lantaran Bareskrim Mabes Polri memanggil keluarga inti almarhum Brigadir J di Mapolda Jambi, Minggu (25/9/2022) siang.

Terlihat keluarga Brigadir J yang datang adalah Samuel Hutabarat, Rosti Simanjuntak, Yuni Hutabarat, Devi Hutabarat, dan Reza Hutabarat.

Ada Rohani Simanjuntak, Roslin Simanjuntak dan nampak kekasih almarhum Brigadir J, Vera Simanjuntak, Sangga Sianturi, dan 2 orang perawat.

Kuasa hukum keluarga yakni, Kamaruddin Simanjuntak, Nelson Simanjuntak, dan Martin Simanjuntak juga nampak.

Kamarudin menjelaskan, kedatangannya saat ini untuk mendampingi pihak keluarga dalam memperbanyak lembar BAP sebelumnya dan meminta tanda tangan 11 saksi atas kasus pembunuhan berencana Ferdy Sambo.

"Iya, ini untuk menandatangani perbanyakan BAP yang dulu, terkait kasus tersangka Ferdi Sambo dan kawan-kawan tentang pasal 340 KUHP, Jo Pasal 338 KUHP, Jo Pasal 55 & 56 KUHP," kata Kamarudin, saat selesai mendampingi pihak keluarga, Minggu (25/9/2022).

"Kami datang mendampingi penyidik dan saksi," katanya.

Ia menjelaskan, berkas perkara kasus pembunuhan berencana Ferdi Sambo sudah masuk P21 pada pekan depan.

Kamarudin menjelaskan, saat ini jaksa membutuhkan BAP yang asli, karena di awal, hanya ada beberapa BAP yang dikirim.

"Jadi kalau ditotal tadi ada sekira 110 BAP baru yang dibuat dan ditanda tangani basah," kata Kamarudin.

Pemeriksaan ini berlangsung di Ruang Restorative Justice Ditreskrimum Polda Jambi, Lantai III, Gedung Lama Mapolda Jambi.

Kamarudin menjelaskan, ini merupakan rangkaian proses pelengakapan berkas perkara P21.

Pantauan Tribun, sejumlah saksi masih menunggu giliran untuk masuk ke dalam ruangan.

Kamarudin menjelaskan, pemanggilan saksi ini, hanya untuk pengambilan tanda tangan basah bukan dalam rangka pemeriksaan.

Keluarga Brigadir J Waspadai Koneksi Sambo

Kuasa hukum Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak belum terlalu yakin Ferdy Sambo benar-benar bisa dihukum berat dalam kasus pembunuhan berencana yang menjeratnya.

Martin mengungkapkan, bahwa pemecatan Ferdy Sambo di kepolisian memang patut diapresiasi. Sebab, dengan pemecatan tersebut, Ferdy Sambo telah kehilangan tahtanya di kepolisian.

Hilangnya tahta Ferdy Sambo di kepolisian, tentu akan mempersulit gerak mantan perwira tinggi polisi itu untuk keluar dari jerat hukum yang dihadapinya.

Namun kata Martin perlu dicatat, meski tahta Ferdy Sambo sudah runtuh, harta mantan Irjen itu masih berlimpah.

Apalagi diketahui sejumlah kekayaan yang dimiliki Ferdy Sambo tidaklah lazim seperti transaksi kebutuhan rumah tangga yang mencapai ratusan juta rupiah.

Dimana gaji lazim perwira tinggi polisi sekelas Ferdy Sambo hanya Rp30 juta perbulan. Martin pun meyakini bahwa sampai saat ini, harta Ferdy Sambo masih bergelimang.

Harta itulah kata Martin yang membuat pihak Brigadir J khawatir Ferdy Sambo masih memiliki koneksi untuk membuatnya lari dari proses hukum yang menjeratnya.

"Dengan hilangnya tahta, jabatan tidak serta merta hilangkan koneksi, kita tidak tahu koneksi Ferdy Sambo ini masih setia atau tidak," jelas Martin dikutip dari Kompas Tv Kamis (22/9/2022).

Pihak keluarga Brigadir J khawatir Ferdy Sambo masih bisa mengendalikan kasus hukum dengan uangnya yang masih berlimpah.

Apalagi kata Martin, dalam prosesnya, ajudan Ferdy Sambo mengaku sempat ditawarkan sejumlah uang dalam pembunuhan Brigadir J.

Diketahui Ferdy Sambo resmi dipecat dari kepolisian atas kasus pembunuhan Brigadir J yang menjeratnya.

Status Ferdy Sambo juga saat ini sudah menjadi tersangka pembunuhan berencana. Meski begitu, berkasnya di Kejaksaan belum masuk P21 sehingga masih P19.

Kesedihan Samuel Hutabarat

Kesedihan Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak hanya bisa mengenang mendiang anak mereka Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Ditemui di kediamannya di Jambi, Samuel Hutabarat memperlihatkan puluhan foto masa kecil Brigadir J bersama tiga saudaranya.

Samuel Hutabarat mengingat kenangan mendiang anaknya tersebut dengan membuka album foto yang telah berusia belasan tahun.

Kepada Tribunjambi.com Samuel menunjukkan kenangan masa kecil saat Brigadir Yosua masih bayi, anak-anak hingga remaja.

Ia mengatakan saat masih kecil tampak dalam foto Brigadir Yosua sangat polos, terlihat wajah Yosua kecil sangat baik.

Seakan dapat berbicara foto-foto tersebut menceritakan bagaimana masa kecil Brigadir Yosua yang sangat dekat dengan ketiga saudaranya.

Terlihat salah satu foto saat Brigadir Yosua masih bayi berada dalam gendongan sang Ibu Rosti Simanjuntak.

Foto lainnya memperlihatkan Brigadir Yosua kecil merayakan ulang tahun, tampak keceriaan dari wajahnya dan dari wajah keluarga.

Foto lain menceritakan saat dirinya tampil dalam pelepasan Kelas 6 SD, karena sejak kecil dirinya sangat aktif.

Tak disangka foto-foto tersebut kini hanya dapat dikenang, Yosua kecil yang dahulu terlihat ceria, baik kini telah tiada.

Keluarga hanya dapat mengenang lewat puluhan foto masa kecil serta foto-foto saat menjadi Polisi yang tertempel di dinding rumah.

Hingga kini, kasus pembunuhan berencana Brigadir J belum memasuki persidangan.

Dugaan pembunuhan berencana Brigadir J diotaki oleh atasannya Irjen Ferdy Sambo.

2 Bulan Kasus Brigadir J Belum Masuk Persidangan

Sudah dua bulan lebih sejak Brigadir J alias Yosua tewas di rumah dinas Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022) lalu, ayah Brigadir J Samuel Hutabarat merasa pasrah.

Bahkan menurutnya, sampai saat ini, penyebab tewasnya Brigadir J masih simpang siur dan kasusnya pun masih berjalanan.

Hal itu diungkapkan, Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Sumanjuntak.

Bahkan, Kamaruddin merasa gagal sebagai pengacara setelah melihat perkembangan kasus pembunuhan Brigadir J yang tak sesuai ekspektasinya.

Sebab, menurutnya, setelah tiga bulan kasus ini berjalan polisi hanya menetapkan lima tersangka terkait pembunuhan tersebut.

Mereka antara lain Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR, Kuat Maruf, dan Putri Candrawathi.

Sementara yang ditetapkan tersangka dalam kasus obstruction of justice hanya tujuh orang.

Padahal menurut dia, harusnya sudah ada puluhan tersangka.

"Pada akhirnya apa yang saya perkirakan, perkara ini akan menjadi balilut sudah terjadi. Artinya sudah tiga bulan perkara ini sejak Juli, perkara tidak terang-terang," kata Kamaruddin Simanjuntak dalam forum diskusi online seperti dikutip dari video yang diunggah akun Tiktok @tobellyboy.

Sementara Samuel Hutabarat, ayahanda Brigadir J, hanya bisa pasrah dan merasa lelah.

"Pak Samuel, orangtua Almarhum sudah menyatakan 'sudah selesai lah, toh anak saya tidak kembali'. Kemarin ketika saya ke Jambi, beliau berpesan 'sudah, sudah cukup lah. Kami udah capek pak. Kami mendengar aja capek, apalagi bapak yang melakukan'," cerita Kamaruddin.

Diungkap Kamaruddin Simanjuntak, perjuangannya selama ini agar almarhum Brigadir J mendapat keadilan nyaris tak membuahkan hasil.

Padahal ia sudah memberikan semuanya untuk pengusutan kasus Brigadir J.

"Sekarang ini sangat mengecewakan. Tetapi, saya betul-betul minta maaf, saya sudah berjuang dengan mengorbankan segalanya. Baik pikiran, materi, maupun waktu. Saya membiayai semua perkara ini. Tapi saya tidak bermaksud mengungkit-ungkit itu," ungkap Kamaruddin.

Sebagian Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved