Pembunuhan Brigadir Yosua

Vera Simanjuntak Kekasih Brigadir J Dipanggil Bareskrim di Mapolda Jambi Tandatangani 110 BAP Baru

Termasuk diantaranya Vera Simanjuntak kekasih almrahum Brigadir J ikut dipanggil Bareskrim Polri ke Mapolda Jambi, Minggu (25/9/2022).

Editor: Hendrik Budiman
tribunjambi/aryo tondang
Vera Simanjuntak didampingi ibu Brigadir Yosua Rosti Simanjuntak datang ke Polda Jambi, Minggu (25/9/2022) siang. 

Status Ferdy Sambo juga saat ini sudah menjadi tersangka pembunuhan berencana. Meski begitu, berkasnya di Kejaksaan belum masuk P21 sehingga masih P19.

Kesedihan Samuel Hutabarat

Kesedihan Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak hanya bisa mengenang mendiang anak mereka Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Ditemui di kediamannya di Jambi, Samuel Hutabarat memperlihatkan puluhan foto masa kecil Brigadir J bersama tiga saudaranya.

Samuel Hutabarat mengingat kenangan mendiang anaknya tersebut dengan membuka album foto yang telah berusia belasan tahun.

Kepada Tribunjambi.com Samuel menunjukkan kenangan masa kecil saat Brigadir Yosua masih bayi, anak-anak hingga remaja.

Ia mengatakan saat masih kecil tampak dalam foto Brigadir Yosua sangat polos, terlihat wajah Yosua kecil sangat baik.

Seakan dapat berbicara foto-foto tersebut menceritakan bagaimana masa kecil Brigadir Yosua yang sangat dekat dengan ketiga saudaranya.

Baca juga: Meski Sudah Berbaju Oranye, Ferdy Sambo Diduga Masih Punya Power, Siapa Sosok Jadi Pelindungnya?

Terlihat salah satu foto saat Brigadir Yosua masih bayi berada dalam gendongan sang Ibu Rosti Simanjuntak.

Foto lainnya memperlihatkan Brigadir Yosua kecil merayakan ulang tahun, tampak keceriaan dari wajahnya dan dari wajah keluarga.

Foto lain menceritakan saat dirinya tampil dalam pelepasan Kelas 6 SD, karena sejak kecil dirinya sangat aktif.

Tak disangka foto-foto tersebut kini hanya dapat dikenang, Yosua kecil yang dahulu terlihat ceria, baik kini telah tiada.

Keluarga hanya dapat mengenang lewat puluhan foto masa kecil serta foto-foto saat menjadi Polisi yang tertempel di dinding rumah.

Hingga kini, kasus pembunuhan berencana Brigadir J belum memasuki persidangan.

Dugaan pembunuhan berencana Brigadir J diotaki oleh atasannya Irjen Ferdy Sambo.

2 Bulan Kasus Brigadir J Belum Masuk Persidangan

Sudah dua bulan lebih sejak Brigadir J alias Yosua tewas di rumah dinas Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022) lalu, ayah Brigadir J Samuel Hutabarat merasa pasrah.

Bahkan menurutnya, sampai saat ini, penyebab tewasnya Brigadir J masih simpang siur dan kasusnya pun masih berjalanan.

Hal itu diungkapkan, Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Sumanjuntak.

Bahkan, Kamaruddin merasa gagal sebagai pengacara setelah melihat perkembangan kasus pembunuhan Brigadir J yang tak sesuai ekspektasinya.

Sebab, menurutnya, setelah tiga bulan kasus ini berjalan polisi hanya menetapkan lima tersangka terkait pembunuhan tersebut.

Mereka antara lain Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR, Kuat Maruf, dan Putri Candrawathi.

Sementara yang ditetapkan tersangka dalam kasus obstruction of justice hanya tujuh orang.

Padahal menurut dia, harusnya sudah ada puluhan tersangka.

"Pada akhirnya apa yang saya perkirakan, perkara ini akan menjadi balilut sudah terjadi. Artinya sudah tiga bulan perkara ini sejak Juli, perkara tidak terang-terang," kata Kamaruddin Simanjuntak dalam forum diskusi online seperti dikutip dari video yang diunggah akun Tiktok @tobellyboy.

Sementara Samuel Hutabarat, ayahanda Brigadir J, hanya bisa pasrah dan merasa lelah.

"Pak Samuel, orangtua Almarhum sudah menyatakan 'sudah selesai lah, toh anak saya tidak kembali'. Kemarin ketika saya ke Jambi, beliau berpesan 'sudah, sudah cukup lah. Kami udah capek pak. Kami mendengar aja capek, apalagi bapak yang melakukan'," cerita Kamaruddin.

Diungkap Kamaruddin Simanjuntak, perjuangannya selama ini agar almarhum Brigadir J mendapat keadilan nyaris tak membuahkan hasil.

Padahal ia sudah memberikan semuanya untuk pengusutan kasus Brigadir J.

"Sekarang ini sangat mengecewakan. Tetapi, saya betul-betul minta maaf, saya sudah berjuang dengan mengorbankan segalanya. Baik pikiran, materi, maupun waktu. Saya membiayai semua perkara ini. Tapi saya tidak bermaksud mengungkit-ungkit itu," ungkap Kamaruddin.

Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved