Hadapi Potensi Gempa 8,9 SR di Bengkulu, Bagaimana Antisipasi Pemprov dan Basarnas?

Langkah antisipatif Pemprov Bengkulu dan Basarnas menghadapi potensi gempa 8,9 SR yang menghantui Provinsi Bengkulu dipertanyakan masyarakat.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Rakor SAR daerah tahun 2022, Senin (26/9/2022). Salah satunya membahas antisipasi potensi gempa 8,9 SR yang saat ini menghantui Provinsi Bengkulu.  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Langkah antisipatif Pemprov Bengkulu dan Basarnas menghadapi potensi gempa 8,9 SR yang menghantui Provinsi Bengkulu dipertanyakan masyarakat

Diketahui potensi gempa besar yang berpotensi tsunami dengan ketinggian 15 meter bisa terjadi jika lempeng yang berada di wilayah perairan Kabupaten Mukomuko dekat dengan wilayah perairan kepulauan Mentawai Sumatera barat pecah.

Dalam rangka antisipasi, hari ini Senin (26/9/2022) Basarnas bersama Pemprov Bengkulu menggelar Rapat Koordinasi yang salah satunya membahas terkait potensi gempa besar tersebut.

Dalam rapat tersebut dilakukan penyamaan paradigma terkait potensi mega trust, terutama untuk wilayah rawan gempa di Provinsi Bengkulu.

"Nantinya hasil dari Rakor ini akan dipergunakan untuk menyusun program kesiapsiagaan," ujar Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah usai mengikuti Rakor SAR daerah tahun 2022, Senin (26/9/2022).

Gubernur juga mengharapkan agar semua elemen terkait bekerjasama, terutama dalam pemberian informasi kepada masyarakat.

Terutama untuk Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu.

"Termasuk juga teman-teman media, PMI (Palang Merah Indonesia) dan pihak rumah sakit," ungkap Rohidin.

Selanjutnya terkait pembangunan selter tsunami, saat ini sudah ada di kawasan Teluk Sepang Bengkulu.

Sebelumnya Pemprov Bengkulu juga sudah mengajukan penambahan 1 unit selter tsunami untuk Provinsi Bengkulu.

Terpisah Direktur Operasi SAR dan Latihan BNPP Basarnas Pusat, Brigjen TNI (Mar) Wurjanto mengatakan memang Bengkulu termasuk daerah yang rentan terjadi gempa bumi.

Maka dari itu dalam rakor hari ini Basarnas ingin menyamakan Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk juga peralatan jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

"Jika bencana terjadi, kita sudah punya satu dokumen untuk bisa digerakkan, yang dimiliki instansi yang ada di wilayah Bengkulu," kata Wurjanto.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved