Kalah Bersaing Harga TBS Sawit, Pabrik Kelapa Sawit Ini Tak Dapat Pasokan Sawit

Harga TBS sawit di Bengkulu Tengah hari ini , Senin (26/9/2022) naik lagi namun pasokan buah masih rendah.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Pasokan sawit di PT Palma Mas Sejati terus mengalami penurunan. Harga TBS sawit di Bengkulu Tengah hari ini , Senin (26/9/2022) naik lagi namun pasokan buah masih rendah. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah terus mengalami peningkatan meski secara bertahap dalam beberapa pekan terakhir. 

Meski harga TBS sawit merangkak naik, kondisi pasokan TBS sawit justru mengalami penurunan yang signifikan dalam satu bulan terakhir. 

Demi memperebutkan pasokan TBS sawit, sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) terus meningkatkan harga TBS sawit. 

Persaingan harga terus terjadi di antara PKS yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah, salah satu PKS di Kabupaten Bengkulu Tengah justru tidak mendapat pasokan TBS lantaran harga beli menjadi paling murah. 

Bahkan dalam satu hari, PKS tersebut hanya mampu mengumpulkan sawit yang hanya berkisar antara 30 mobil hingga 50 mobil pengangkut TBS sawit saja. 

Denny, salah satu supplier TBS sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah menjelaskan, penurunan pasokan TBS sawit ini disebabkan musim buah yang masih jarang berbuah. 

"Sekarang pasokan TBS sawit ini masih sepi karena petani ini tidak mampu lagi beli pupuk meskipun harga sawit ini naik," ujar Denny kepada TribunBengkulu.com, Senin (26/9/2022). 

Diketahui, harga TBS sawit di sejumlah PKS di Kabupaten Bengkulu Tengah bervariasi mulai dari Rp 1.830 hingga Rp 1.860 perkilogram. 

"Untuk di PT Palma Mas Sejati naik Rp 20 dari harga Rp 1.810, menjadi Rp 1.830 perkilogram," kata Denny. 

Sedangkan untuk di PT Agra Sawitindo mengalami peningkatan harga Rp 30 dari harga Rp 1.830 menjadi Rp 1.860 perkilogram. 

"Untuk di PT Citra Sawit Lestari naik Rp 50 dari harga Rp 1.810 menjadi Rp 1.860 perkilogram," ungkap Denny. 

Baca juga: Siang Ini Massa Kembali Kepung Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Baca juga: BREAKING NEWS: Gara-gara Video Tiktok, Pelajar di Rejang Lebong Bacok Teman Sendiri

 


 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved