Demo BBM di Bengkulu

Polisi Pasang Kawat Berduri Depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Halau Massa Demo BBM Naik

Pihak kepolisian memasang kawat berduri di depan gedung DPRD Provinsi Bengkulu pada aksi demo BBM dan peringatan Hari Tani, Senin (26/9/2022).

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Kawat berduri yang dipasang anggota kepolisian di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu untuk menghalau aksi massa demo BBM dan Hari Tani, Senin (26/9/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkuli.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pihak kepolisian memasang kawat berduri di depan gedung DPRD Provinsi Bengkulu pada aksi demo BBM dan peringatan Hari Tani, Senin (26/9/2022).

Kawat berduri tersebut dipasang di tengah jalan mulai dari depan merek DPRD Provinsi Bengkulu melingkar sampai ke depan kantor MUI Bengkulu.

Dipasangnya kawat berduri tersebut bertujuan untuk menghalau aksi massa demo BBM dan Hari Tani agar tidak masuk ke arah pintu gerbang masuk ke kantor DPRD Provinsi Bengkulu.

Tak hanya kawat berduri, sebagai langkah pengamanan pihak kepolisian juga sudah menyiapkan gas air mata dan juga mobil water cannon.

Aksi demo ini sendiri dilaksanakan dalam rangka menolak kenaikan harga BBM di Provinsi Bengkulu.

Baca juga: Siang Ini Massa Kembali Kepung Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Selain mengawal aspirasi tolak kenaikan harga BBM, demo siang ini juga dalam rangka memperingati Hari Tani setiap 24 September 2022. Sehingga massa demo juga akan mengangkat isu kesejahteraan petani.

"Pada dasarnya banyak rincian, tapi kita fokuskan dari kenaikan harga BBM, ketersedian stok BBM," kata Dimas Heriyadi, selaku Menteri Politik Kajian Strategis BEM UNIB, saat di wawancara TribunBengkulu.com, pada Senin (26/09/2022).

Sementara dari sisi gerakan Hari Tani, massa akan mengangkat isu soal reforma agraria, konflik agraria, alih fungsi lahan, tata kelola izin, HGU, kesejahteraan petani, harga jual produksi hasil petani. Juga mengangkat isu refresifitas aparat.

Mahasiswa juga akan meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur dari jabatannya, dan reformasi polri apabila tuntutan yang mereka sampaikan tidak diakomodir.

"Untuk tuntutan lebih rinci akan dinyatakan di lapangan," ungkap Dimas.

Ia juga berharap tuntutan yang mereka berikan nantinya dapat didengar dan diakomodir oleh pemerintah.

Namun, apabila tuntutan yang mereka berikan tidak diakomodir pemerintah, maka pihak mahasiswa akan memastikan untuk menggelar aksi yang lebih besar lagi.

"Kami pastikan ada eskalasi yang lebih besar," ucapnya.

Baca juga: Polri Sebut 3 Kapolda Tak Telibat Kasus Brigadir J, Bagaimana Eks Penasihat Kapolri Fahmi Alamsyah?

Baca juga: Hadapi Potensi Gempa 8,9 SR di Bengkulu, Bagaimana Antisipasi Pemprov dan Basarnas?

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved