Demo BBM di Bengkulu

Tuntutan Diterima, Massa Aksi Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di DPRD Bengkulu Membubarkan Diri

Setelah tuntutan massa aksi diterima, para demonstran pun membubarkan diri secara tertib dan tidak terjadi kericuhan pada aksi demonstrasi kali ini.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Massa aksi demo membubarkan diri, setelah tuntutannya diterima oleh anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (26/9/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Lima poin yang menjadi tuntutan massa aksi demonstrasi yang tergabung dalam Bengkulu Bersatu Melawan (BBM), Senin (26/9/2022) diterima oleh anggota DPRD Provinsi Bengkulu.

Setelah tuntutan massa aksi diterima, para demonstran pun membubarkan diri secara tertib dan tidak terjadi kericuhan pada aksi demonstrasi kali ini.

Kelima tuntutan tersebut yakni menolak kenaikan harga BBM Subsidi, Reforma Agraria, Mengecam tindakan represif aparat kepolisian, mencabut SK Gubernur Bengkulu yang tidak pro rakyat dan Reformasi Polri.

Baca juga: Massa Aksi Bentangkan Spanduk Jokowi Mundur saat Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di DPRD Bengkulu

Tuntutan tersebut telah diterima oleh DPRD Provinsi Bengkulu yang diwakili oleh Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu Jonaidi, SP.

"Semua tuntutan sudah kami terima dan kami sepakati, nanti kami akan mengundang kembali para massa aksi untuk hearing sebagai tindak lanjutnya," ujar Jonaidi.

Menurut Jonaidi, apa yang disampaikan oleh para demonstran sudah merupakan tanggung jawab DPRD Provinsi Bengkulu untuk segera diselesaikan.

"Momennya sangat pas sekali, karena kita memang sedang membahas persoalan rencana tata ruang wilayah hutan, hutan-hutan mana saja yang boleh digunakan dan mana yang tidak," kata Jonaidi.

Baca juga: Temui Massa Aksi Demo, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Gelar Rapat Luarbiasa di Jalanan

Didepan para demonstran, Jonaidi berjanji akan megundang kembali massa aksi paling lambat tanggal 7 Oktober 2022.

"Kami berjanji, akan secepatnya mengundang massa aksi dan paling lambat 7 Oktober mendatang," ungkapnya.

Setelah massa aksi membubarkan diri, arus lalu lintas pun sudah kembali normal kembali.

Gelar Rapat Luarbiasa Jalanan

Usai menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Provinsi Bengkulu selama kurang lebih 4 jam, akhirnya anggota DPRD Provinsi Bengkulu mendatangi massa aksi dan menggelar rapat luar biasa bersama massa aksi, Senin (26/9/2022).

Sejumlah tuntutan massa aksi dibacakan yakni menolak kenaikan harga BBM subsidi dan reforma agraria di Provinsi Bengkulu serta menyetujui reformasi Polri.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved