Gubernur Bengkulu Akui Tak Usulkan Formasi P3K Guru, Rohidin: Kita Dapat Surat Peringatan Kemendagri

Gubernur Rohidin Akui Tak Usulkan Formasi PPPK Guru: Pemprov Bengkulu Dapat Surat Peringatan Kemendagri

Penulis: Beta Misutra | Editor: Hendrik Budiman
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah membenarkan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu tidak mengajukan formasi guru PPPK tahun ini ketika diwawancarai TribunBengkulu.com, Selasa (27/9/2022). 

28 Tahun Mengabdi Tak Diusulkan PPPK

Ungkapan kekecewaan disampaikan oleh Elmawati, salah satu guru honorer yang mengajar di salah satu SMK swasta yang ada di Kota Bengkulu.

Bagaimana tidak, dirinya sudah mengabdikan diri selama 28 tahun, sejak tahun 1994 sebagai guru honorer.

Pada tahun 2021 lalu, kebetulan Elmawati lulus dalam tes passing grade yang sebagaimana dijanjikan akan diprioritaskan pada pengadaan guru PPPK pada tahun 2022 ini.

Namun betapa kecewanya Elmawati saat mengetahui bahwa pada tahun ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu dikabarkan tidak mengajukan formasi guru PPPK.

Padahal, Elmawati sangat berharap agar adanya pengajuan guru PPPK, karena sesuai janji, mereka akan diprioritaskan.

Atas dasar inilah pada hari ini, Elma dan para guru honorer lainnya yang lulus tes passing grade mengadu ke DPRD Provinsi Bengkulu.

Baca juga: 524 Guru Honorer Lulus Passing Grade Tes PPPK di Bengkulu Tak Juga Diangkat, Pilih Ngadu ke Dewan

"Kita sudah melakukan penelusuran ke Dikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) dan BKD (Badan Kepegawaian Daerah). Menurut mereka masalahnya adalah keterbatasan anggaran," kata Elmawati.

Elmawati mengaku pertama kali dirinya menjadi guru honorer pada tahun 1994, dirinya hanya menerima gaji sebesar Rp 75.000 perbulan.

Sedangkan saat ini, setelah 28 tahun dirinya mengabdi sebagai guru honorer, dirinya hanya mendapatkan gaji Rp 700 ribu perbulan.

Tentunya gaji ini sangat jauh dari cukup, apalagi saat ini kebutuhan pokok sehari-hari harganya cukup tinggi.

"Sepertinya sebentar lagi akan berkurang, karena kami di sekolah swasta ini gajinya tergantung dengan jumlah siswa," ujar Elmawati.

Baca juga: Prengki, Remaja di Bengkulu Selatan Korban Pembakaran, Sudah 3 Hari Dirawat di Rumah Sakit

Minat masyarakat saat ini terhadap sekolah swasta juga semakin menurun, apalagi sejak diberlakukan sistem zonasi.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Elmawati mengaku harus nyambi jadi guru mengaji dan mengajar private.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved