Marak Baliho, Spanduk dan Poster Caleg di Bengkulu, Ini Tanggapan Bawaslu Provinsi Bengkulu

Terkait hal ini, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bengkulu Halid Saifullah mengatakan baliho dan poster tersebut

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Hendrik Budiman
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu Halid Saifullah menyampaikan bahwa poster, spanduk maupun baliho yang ada saat ini bukan merupakan kampanye ketika diwawancarai TribunBengkulu.com, Selasa (27/9/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Meskipun Pemilihan Umum (Pemilu) masih di tahun 2024 mendatang, namun disejumlah titik mulai marak dihiasi oleh baliho, spanduk bahkan poster Calon Legislatif (Caleg) di Kota Bengkulu.

Terkait hal ini, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bengkulu Halid Saifullah mengatakan baliho dan poster tersebut belum bisa dikenalkan sanksi.

"Yang ada di undang-undang yang bisa dikenakan atau diberikan sanksi itu, adalah calon legislatif. Bagaimana Bawaslu mau ke situ, ya gak bisa kalau sekarang, " kata Halid, Selasa (27/9/2022).

Baca juga: Tokoh Nelayan Kota Bengkulu Khawatir Tinus Hilang Ditangkap Gurita Raksasa Penghuni Pulau Tikus

Bukan hanya Bawaslu, kata Halid, termasuk dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu juga belum bisa bertindak.

Sementara ini, untuk segelintir baliho dan poster tersebut merupakan baliho biasa, seperti baliho lainnya.

"Sebenarnya KPU juga bisa mengingatkan tetapi ini belum penetapan peserta Pemilu. Daftar calegnya itu belum ada, maka kita tidak bisa mengatakan dia Caleg, loh dia aja belum menjadi calon tetap," ujarnya.

Baca juga: Polda Bengkulu Didemo Terkait Lambannya Penegakan Hukum, Kabid Humas: Semuanya On Proses

Ia menjelaskan sebenarnya dalam sisi regulasi, untuk aspek-aspek sosialisasi dari calon legislatif atau partai peserta Pemilu ini, nanti akan diatur oleh KPU.

Melalui Peraturan KPU, yang mana untuk saat ini aturan untuk Pemilu 2024 masih dalam kajian.

"Sampai hari ini KPU masih dalam tahapan seleksi partai politik sebagai peserta Pemilu. Jadi memang belum ada sentuhan, dalam perspektif sosialisasi saja mereka ini, " kata Halid.

Meskipun tidak dipungkiri, jika hal tersebut memang lumrah terjadi menjelang tahun politik.

Baca juga: Gubernur Bengkulu Akui Tak Usulkan Formasi P3K Guru, Rohidin: Kita Dapat Surat Peringatan Kemendagri

Para calon peserta Pemilu, berbondong-bondong mensosialisasikan diri lewat berbagai media.

Termasuk melalui media baliho dan poster, bahkan ada yang menggunakan spanduk.

"Itu bisa kita atur itu setelah KPU menetapkan tahapan pendaftaran calon tetap. Karena kan ada tahapan-tahapannya, " jelasnya.

Sekarang bisa dilakukan Bawaslu perihal maraknya baliho, spanduk, dan poster para caleg maupun partai politik yakni hanya sekedar mengingatkan untuk menjaga etika masing-masing.

Baca juga: 117.600 Bungkus Rokok Ilegal di bengkulu Disita, Kerugaian Negara Ditaksir Rp 1.4 Miliar

"Ya kita mengimbau kepada seluruh partai politik untuk menjaga etika saja. Karena ini persoalan etis dan tidak etis saja. Tidak pada tingkat apakah ini pelanggaran atau bukan pelanggaran,'' ungkapnya.

Untuk diketahui, pada pelaksanaan Pemilu 2024 nanti diperuntukkan bagi pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, serta anggota DPD RI.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved