5 Tahun Tinggal di Gubuk Kayu, Mata Aprizal Berkaca-kaca saat Dapat Bantuan Bedah Rumah

Aprizal sendiri dengan mata berkaca-kaca mengucapkan terima kasih ke semua pihak yang membantu membedah rumahnya.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Hendrik Budiman
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
Kondisi rumah Aprizal sebelum dibedah Polda Bengkulu. Aprizal sendiri dengan mata berkaca-kaca mengucapkan terima kasih ke semua pihak yang membantu membedah rumahnya, pada Rabu (28/9/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Aprizal (44 tahun), warga RT 6 RW 2, Kelurahan Teluk Sepang, Kota Bengkulu mengaku tak menyangka dirinya bisa mendapatkan bantuan bedah rumah dari Polda Bengkulu.

Aprizal sendiri dengan mata berkaca-kaca mengucapkan terima kasih ke semua pihak yang membantu membedah rumahnya.

"Saya hanya bisa ucapkan terima kasih, semoga semua pihak yang membantu saya semakin dilancarkan rezekinya," ungkap Aprizal, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Kunjungan Wisatawan ke Benteng Marlborough Berkurang Sejak 1 Bulan Terakhir, Efek Kenaikan BBM?

Rumah yang saat ini dihuni Aprizal bersama istri dan 2 orang anak terbuat dari kayu di bagian dinding.

Rumah ini berukuran sekitar 3x3 meter dengan bagian atap ditutupi dengan seng, yang jaraknya sekitar 2 meter dari lantai.

Ruangan dalam rumah dibagi 4 oleh Aprizal, yakni ruang tengah, kamar tidur, dapur, dan bagian kamar mandi.

Bagian dapur dan kamar mandi masih berlantai tanah, sementara bagian ruang tengah dan kamar tidur telah di semen.

Baca juga: Nelayan Kota Bengkulu yang Hilang Ditemukan Sejauh 25 Kilometer dari Pulau Tikus

Atap rumah yang terbuat dari seng menurut Aprizal mengalami kebocoran jika hujan. Bahkan, di ruangan tengah, bocornya cukup besar.

Posisi atap yang terlalu rendah dan tanpa langit-langit membuat suhu rumah sangat panas jika matahari bersinar terik.

Tidak banyak perabot di rumah milik Aprizal ini, selain lemari kayu, meja kayu, dan sebuah TV.

Aprizal sendiri mengaku tak berpangku tangan melihat keluarganya tinggal di gubuk kayu.

Terkadang, gajinya sebagai buruh bangunan disisihkan membeli bahan bangunan untuk membangun rumah baru yang lebih layak.

Baca juga: Sidang Lanjutan Oknum Polisi Aniaya ART di Bengkulu, Giliran Ketua RT Hadir Jadi Saksi

"Sudah 2 tahun saya angsur. Dan baru terbangun dinding bata," kata dia kepada TribunBengkulu.com.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved