Kecelakaan di Bengkulu Selatan

Korban Kecelakaan Maut di Jalinbar Bengkulu Selatan Ternyata Guru Honorer yang Dikenal Rajin

Ayah dan anak di Bengkulu Selatan tewas dalam kecelakaan maut di Jalinbar Sumatera Desa Padang Jawi Kecamatan Bunga Mas Kabupaten Bengkulu Selatan.

Ahmad Sendy/TribunBengkulu.com
Truk maut yang menewaskan ayah dan anak dalam kecelakaan maut di Jalinbar Sumatera Desa Padang Jawi Kabupaten Bengkulu Selatan, Rabu (28/9/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Ayah dan anak di Bengkulu Selatan tewas dalam kecelakaan maut di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Sumatera Desa Padang Jawi Kecamatan Bunga Mas Kabupaten Bengkulu Selatan, Rabu pagi (28/9/2022) sekitar pukul 07.37 WIB.

Salah satu korban kecelakaan maut ternyata guru honorer di SDN 59 Bengkulu Selatan, yang berada di Desa Rantau Sialang Kedurang.

Korban kecelakaan maut itu bernama Eva Anggreani (28). Adalah sosok guru kelas yang rajin dan teladan.

Hal tersebut diakui Kepala SDN 59 Bengkulu Selatan, Harulisman.

"Kalau rajin, rajin si Eva ini. Pagi-pagi sudah hadir, dan dia juga membuka privat les di rumah setelah selesai mengajar di sekolah," kata Harulisman kepada TribunBengkulu.com, Rabu (28/8/2022).

Sebelum kejadian kecelakaan yang menewaskan guru honorer ini, diakui Harulisman, Selasa malam (27/9/2022) korban sempat berpamitan di salah satu group whatsapp sekolah. Jika hari ini tidak bisa masuk sekolah lantaran ada urusan ke Manna.

Namun siapa sangka percakapan di grup Whatsapp sekolah tadi malam merupakan percakapan terakhir korban dengan rekan kerjanya di SDN 59 Bengkulu Selatan.

Data yang diperoleh TribunBengkulu.com, korban kecelakaan maut Eva meninggalkan dua orang anak yang masih kecil. Anak yang pertama masih berumur 7 tahun dan anak kedua berumur 2 tahun.

Kronologi Kecelakaan Maut

Ayah dan anak ini tewas dalam kecelakaan maut setelah motor yang dikendarai sang ayah ditabrak  truk diesel bermuatan sawit. Diduga sopir truk dalam kondisi mengantuk.

Kronologi kejadian berawal saat korban Ayusiman sang ayah membonceng Eva dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy nopol BD 5561 IE menuju Kota Manna untuk menghadiri urusan keluarga.

Saat melintas di TKP, ada mobil truk pengangkut sawit dari arah berlawanan kemudian menabrak sepeda motor korban yang tak sempat lagi menghindari truk yang datang.

Kedua korban dan sepeda motor pun masuk ke dalam kolong truk. Saat itu, cuaca di lokasi kejadian memang dalam kondisi hujan deras.

Sang ayah Ayusiman masih sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, diperkirakan dalam perjalanan korban meninggal dunia.

Sedangkan anaknya bernama Eva Anggreani memang sudah meninggal dunia akibat terjepit di bawah truk.

Dari pengakuan sopir, Melson (35) warga Desa Tanjung Bulan Kaur saat kejadian ia memang dalam posisi mengantuk.

"Malam tadi saya muat TBS sawit di daerah Seginim, memang posisi tidak tidur. Selesai muat, saya langsung berangkat. Pas lewat di lokasi saya senyap akibat mengantuk. Saya terbangun disebabkan dengan adanya suara keras dari depan mobil," ungkap sopir truk.

Baca juga: Harga TBS Sawit di Bengkulu Tengah Hari Ini Naik Sedikit Setelah Turun Banyak

Baca juga: Wartawan Tribun Gadungan Terjaring OTT saat Peras Kelompok Tani di Rejang Lebong

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved