Nelayan Bengkulu Hilang

Nelayan Hilang di Kota Bengkulu Ditemukan, Evakuasi Terkendala Gelombang Tinggi

Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap Saiful Bahri (57) nelayan Pondok Besi, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu yang hilang.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Ho/TribunBengkulu.com
Tim SAR gabungan jelang keberangkatan menuju Pulau Tikus dari Pantai Tapak Paderi Kota Bengkulu untuk melanjutkan pencarian nelayan hilang di Kota Bengkulu, Rabu (28/9/2022) pagi.  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya


TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap Saiful Bahri (57) nelayan Pondok Besi, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu yang hilang saat menyelam mencari gurita di Pulau Tikus, Rabu (28/9/2022). 

Dari informasi yang diterima TribunBengkulu.com, Saiful nelayan hilang yang kerap disapa Tinus tersebut telah ditemukan oleh Tim SAR gabungan. 

"Alhamdulillah, Pak Tinus (nelayan hilang, red) sudah diinformasikan ditemukan oleh para nelayan, tetapi belum bisa dilakukan evakuasi masih menunggu tim dari Basarnas," ujar Basari Babinpotmar TNI AL Bengkulu kepada TribunBengkulu.com, Rabu (28/9/2022). 

Pada pencarian hari kedua ini Rabu (28/9/2022), tim gabungan melakukan pencarian terbagi menjadi dua tim.

Tim pertama pencarian menggunakan RIB (Rigid Inflatable Boat) milik Basarnas dan perahu nelayan dengan area pencarian seluas  50Nm,

Sedangkan tim kedua pencarian dengan melakukan penyelaman di lokasi kejadian.

“Kondisi laut dengan gelombang yang tinggi serta arus laut yang kuat menjadi kendala yang dihadapi. Namun upaya pencarian tetap kami laksanakan dengan semaksimal mungkin agar korban cepat ditemukan,” ujar M Arafah, Kepala Kantor SAR (Basarnas) Bengkulu.

Diberitakan TribunBengkulu.com sebelumnya, seorang nelayan di Kota Bengkulu dikabarkan hilang saat mencari gurita di sekitar Pulau Tikus Bengkulu, pada Senin (26/9/2022) sekira pukul 15.00 WIB.

Diketahui nelayan tersebut bernama Saiful Bahari (57) yang kerap disapa Tinus ini merupakan warga Kelurahan Pondok Besi Kota Bengkulu.

Sirajudin, salah satu tokoh nelayan di Kota Bengkulu menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat Tinus bersama dua orang rekannya ingin mencari ikan di Pulau Mego.

Namun, karena cuaca yang tidak bersahabat, ketiga nelayan itu pun singgah di Pulau Tikus dengan alasan untuk mencari umpan dan menunggu cuaca membaik.

"Tinus ini sudah sering sekali mencari umpan di Pulau Tikus. Sehingga untuk menambah umpan, Tinus ini turun dari perahu sedangkan dua rekannya mencari umpan dari atas perahu," kata Sirajudin.

Merasa sudah terbiasa dengan lautan Pulau Tikus, Tinus dan rekannya pun tidak saling pantau hingga malam hari.

"Teman Tinus yang di perahu mengira, Tinus ini menginap di Pulau sehingga tidak ada yang menanyakan keberadaannya," kata Sirajudin.

Saat pagi, kedua rekan Tinus pun menanyakan keberadaan Tinus kepada para nelayan yang menginap di Pulau Tikus, namun satu pun tidak ada yang melihat.

Sontak, hal tersebut membuat seluruh nelayan yang berada di sekitar Pulau Tikus langsung melakukan pencarian.

"Ada sekitar 9 kapal yang mencari di Pulau Tikus, ditambah juga tim dari Basarnas, Universitas Bengkulu dan Latin, namun belum juga membuahkan hasil," kata Sirajudin.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut di Jalinbar Bengkulu Selatan, Ayah dan Anak Tewas Ditabrak Truk Sawit

Baca juga: Wartawan Tribun Gadungan Terjaring OTT saat Peras Kelompok Tani di Rejang Lebong

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved