Nelayan Kota Bengkulu Hilang

Nelayan Kota Bengkulu yang Hilang Ditemukan Sejauh 25 Kilometer dari Pulau Tikus

Salah satu anggota tim penyelamat, Ari Anggoro menjelaskan, Tinus ditemukan dalam kondisi mengapung dengan jarak sejauh 25 kilometer dari Pulau Tikus

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
HO Basarnas Bengkulu
Tim gabungan saat melakukan evakuasi terhadap jenazah Tinus saat mengapung di lautan, Rabu (28/9/2022) 

Saat pagi hari, belum merasa curiga kedua rekan Tinus pun masih berada di perahu sembari mempersiapkan peralatan mencari ikan di Pulau Mego.

"Waktu kami di perahu, ada nelayan lain yang menginap di Pulau Tikus meminta es sama kami. Seketika waktu saya tanya keberadaan Tinus mereka bilang tidak tahu dan tidak melihat Tinas sejak kemarin sore," ungkap Fery.

Karena tidak percaya, Fery dan rekan Tinus lainnya yakni Putra pergi menuju Pulau Tikus untuk memastikan kondisi Tinus.

"Setelah kami cari ternyata Tinus benar-benar tidak ada di Pulau, kemudian kami mengajak seluruh nelayan yang ada di Pulau Tikus langsung melakukan pencarian tapi tetap tidak bertemu," kata Fery.

Kemudian Fery kembali ke Tapak Paderi untuk meminta bantuan sedangkan nelayan lainnya meneruskan pencarian.

Kronologi Nelayan Kota Bengkulu Hilang

Seorang nelayan di Kota Bengkulu dilaporkan hilang di Pulau Tikus, Selasa (27/9/2022).

Kepala Kantor Sar Bengkulu, M Arafah melalui Humas Basarnas Bengkulu, Mega Maysilva menjelaskan kronologi hilangnya korban.

Awalnya, korban bersama 2 orang rekannya berangkat dari Pelabuhan Pulai Baai Bengkulu pada Senin (26/9/2022) kemarin, tujuan mereka adalah Pulau Mego.

Namun, karena cuaca buruk, korban dan rekannya memutuskan sandar di Pulau Tikus.

Korban menyelam mencari gurita sedangkan 3 rekan korban kemudian memutuskan kembali ke Pelabuhan Pulau Baai.

Pada Selasa (27/9/2022) pagi, pukul 10.00 WIB, rekan korban kembali ke Pulau Tikus untuk menjemput korban.

Namun, korban sudah tak berada lagi di Pulau Tikus tersebut, dan keberadaannya sudah tidak diketahui.

"Tim Basarnas yang mendapatkan laporan keadaan membahayakan nyawa manusia, langsung memberangkatkan tim SAR pukul 14.05 WIB," kata Mega kepada TribunBengkulu.com.

Tim SAR diperkirakan tiba di lokasi kejadian pada pukul 15.15 WIB sore ini.

"Ada 8 personel yang kita kerahkan untuk mencari korban, dan dilengkapi rubber boat," ungkap Mega.

 

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved