Sidang Oknum Polisi Aniaya ART

Sidang Oknum Polisi Aniaya ART di Bengkulu, Cerita Ketua RT Selamatkan Korban dari Rumah Terdakwa

Cerita Ketua RT saat Selamatkan Korban dari Rumah Terdakwa, di Persidangan Oknum Polisi Aniaya ART

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Hendrik Budiman
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
Sejumlah alat bukti penganiayaan korban oleh Bripka Beni yang diperlihatkan JPU di persidangan, pada Rabu (28/9/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Dalam persidangan kasus oknum polisi aniaya ART (Asisten Rumah Tangga) di Bengkulu dengan terdakwa Bripka Beni Adiansyah dan istrinya Lediya Eka Restu di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Rabu (28/9/2022) ketua RT berikan kesaksian.

Ketua RT 7 RW 3, Kelurahan Sumur Dewa Kota Bengkulu, Suryati menceritakan momen penyelamatan ART korban penganiayaan oleh oknum polisi Bripka Beni Adiansyah dan istrinya Lediya Eka Restu di persidangan.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Fauzi Isra, Suryati mengatakan jika dirinya ikut bersama warga lain menyelamatkan korban, Yesi Apriliya dari rumah Bripka Beni pada 6 Juni 2022 lalu.

Baca juga: Sidang Oknum Polisi Siksa ART di Bengkulu, Ketua RT Kaget Lihat Luka Memar & Bekas Luka Bakar Korban

Saat itu, saksi dan warga lain memanggil korban agar keluar dari rumah Bripka Beni.

Saksi sempat membuka pintu pagar masuk ke perkarangan rumah.

"Yesi-nya ada dalam rumah, keluar dari pintu rumah, dan langsung keluar ke pintu gerbang," kata saksi.

Saat itu, korban kemudian dibawa ke rumah salah satu warga. Saksi juga mengaku melihat kondisi korban, dan menemukan luka bakar.

Sidang lanjutan kasus oknum polisi aniaya ART di Bengkulu kembali digelar hari ini Rabu (28/9/2022) di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu.
Sidang lanjutan kasus oknum polisi aniaya ART di Bengkulu kembali digelar hari ini Rabu (28/9/2022) di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu. (Romi Juniandra/TribunBengkulu.com)

"Saat saya tanya, katanya terkena air panas," ujar dia.

Hanya saja, saksi saat itu tidak melakukan pemeriksaan lebih jauh, dan menyarankan agar dibawa ke rumahnya sebagai ketua RT.

JPU Kejari Bengkulu juga sempat menanyakan, apakah saksi sebagai ketua RT dan sebagai seorang ibu memeriksa luka di bagian lain tubuh korban.

"Saya tidak cek di tempat kejadian, karena menurut saya tidak sopan cek di rumah orang," kata dia.

Sebagai ketua RT, Suryati juga mengaku sempat menanyakan ke korban, apa langkah yang akan diambil selanjutnya.

Baca juga: Pengacara Oknum Polisi Aniaya ART di Bengkulu Bantah Adanya Penyiksaan dan Lancar Bayarkan Gaji

Apakah akan melapor polisi, atau pulang kampung (balik ke dusun), namun korban saat itu menjawab akan balik ke dusun.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved