Sidang Oknum Polisi Aniaya ART

Sidang Oknum Polisi Siksa ART di Bengkulu, Ketua RT Kaget Lihat Luka Memar & Bekas Luka Bakar Korban

Sidang kasus oknum polisi aniaya ART, pada Rabu (28/9/2022) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dipimpin oleh hakim ketua Fauzi Isra.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Hendrik Budiman
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
Sidang lanjutan kasus oknum polisi aniaya ART di Bengkulu kembali digelar hari ini Rabu (28/9/2022) di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sidang kasus oknum polisi aniaya ART (Asisten Rumah Tangga) di Bengkulu dengan terdakwa Bripka Beni Adiansyah dan istrinya Lediya Eka Restu kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Rabu (28/9/2022).

Sidang kasus oknum polisi aniaya ART, pada Rabu (28/9/2022) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dipimpin oleh hakim ketua Fauzi Isra.

JPU Kejati Bengkulu dalam persidangan kasus oknum polisi aniaya ART kembali memperlihatkan sejumlah barang dan alat yang digunakan terdakwa untuk menganiaya ART mereka, Yesi Apriliya.

Baca juga: Sidang Lanjutan Oknum Polisi Aniaya ART di Bengkulu, Giliran Ketua RT Hadir Jadi Saksi

Alat bukti itu diantaranya adalah dua kursi dari rotan, besi hitam, rotan pemukul kasur, balok kayu, kayu gagang pacul, kayu tangkai sapu, cangkir, strika listrik, panci, kabel listrik, kabel listrik, dan gayung, serta kunci mobil.

Dalam sidang, tim penasehat hukum terdakwa menghadirkan Ketua RT setempat, Suryati.

Menurut saksi ketua RT ini, dirinya bersama warga lain yang menjemput korban dari rumah terdakwa.

Korban dipanggil, dan kemudian dibawa ke rumah salah satu warga.

Baca juga: Sidang Oknum Polisi Aniaya ART, Pengacara Bripka Beni: Keterangan Korban Harus Dianalisa

Saksi kemudian mengaku sempat kaget saat memeriksa tubuh korban, dan menemukan luka bakar atau luka bekas air panas.

Namun, saksi ini tidak memeriksa apakah ada luka lain di tubuh korban dan menyarankan untuk dibawa dulu kerumahnya sebagai ketua RT.

"Tapi ternyata sudah dibawa ke Polres oleh warga lain," kata Ketua RT.

JPU Kejati Bengkulu pada kali ini juga menghadirkan saksi Misrawati, seorang ART sebelum korban.

Dari keterangan saksi JPU ini, korban disebutkan agak lamban bekerja.

Baca juga: Dipersidangan Kasus Oknum Polisi Aniaya ART, Bripka Beni dan Istri Bantah Lakukan Penganiayaan


Karena itu, saksi mengaku korban sering mendapatkan semacam nasehat dari terdakwa.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved