Kecelakaan di Bengkulu Selatan

Sempat Beredar Kabar Guru Honorer Korban Kecelakaan Maut di Bengkulu Selatan Sedang Hamil

Kecelakaan maut di Jalinbar Sumatera Desa Padang Jawi Kabupaten Bengkulu Selatan menewaskan ayah dan anak, Rabu pagi (29/9/2022).

Facebook Korban Eva
Foto semasa hidup ayah dan anak korban kecelakaan maut di Jalinbar Bengkulu Selatan saat wisuda anak pertamanya di tingkat PAUD. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Kecelakaan maut di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Sumatera Desa Padang Jawi Kabupaten Bengkulu Selatan menewaskan ayah dan anak, Rabu pagi (28/9/2022).

Sempat beredar kabar korban kecelakaan maut Eva Anggreani (28) sedang hamil karena bentuk fisiknya terlihat seperti wanita hamil. Namun kabar tersebut dibantah keluarga

"Tidak pak, setahu kami tidak hamil ananda Eva. Memang poster badannya saja besar dan berisi," kata kelurga korban Inkahar kepada TribunBengkulu.com, Kamis (29/9/2022) saat dikonfrimasi prihal kabar korban kecelakaan maut sedang dalam kondisi hamil.

Saat ini korban telah dimakamkan tidak jauh dari rumahnya tepatnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Lubuk Resam Kecamatan Kedurang tak lama setelah keluarga menerima jenazah korban.

Keluarga korban pun sudah menerima atas meninggalnya kedua korban (ayah dan anak, red). Dan pihak keluarga juga menganggap kecelakaan maut yang menghilangkan nyawa korban adalah musibah.

Diketahui korban juga ternyata seorang guru honorer di SDN 59 Bengkulu Selatan, yang berada di Desa Rantau Sialang Kedurang.

Hal tersebut diakui Kepala SDN 59 Bengkulu Selatan, Harulisman.

"Kalau rajin, rajin si Eva ini. Pagi-pagi sudah hadir, dan dia juga membuka privat les di rumah setelah selesai mengajar di sekolah," kata Harulisman kepada TribunBengkulu.com, Rabu (28/8/2022).

Sebelum kejadian kecelakaan yang menewaskan guru honorer ini, diakui Harulisman, Selasa malam (27/9/2022) korban sempat berpamitan di salah satu group whatsapp sekolah. Jika hari ini tidak bisa masuk sekolah lantaran ada urusan ke Manna.

Namun siapa sangka percakapan di grup Whatsapp sekolah tadi malam merupakan percakapan terakhir korban dengan rekan kerjanya di SDN 59 Bengkulu Selatan.

Data yang diperoleh TribunBengkulu.com, korban kecelakaan maut Eva meninggalkan dua orang anak yang masih kecil. Anak yang pertama masih berumur 7 tahun dan anak kedua berumur 2 tahun.

Kronologi Kecelakaan Maut

Ayah dan anak ini tewas dalam kecelakaan maut setelah motor yang dikendarai sang ayah ditabrak  truk diesel bermuatan sawit. Diduga sopir truk dalam kondisi mengantuk.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved