Kapal KM Terdampar

Evakuasi Terhambat, KM Sabuk Nusantara 46 Terdampar di Bengkulu Selatan Alami Kebocoran

Hari keempat Kapal KM Sabuk Nusantara 46 terdampar di Pantai Pasar Pino Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan, Jumat (30/9/2022).

Ahmad Sendy/TribunBengkulu.com
Masyarakat berdatangan dan melihat secara langsung kapal KM Sabuk Nusantara yang terdampar di perairan Pantai Pasar Pino Kabupaten Bengkulu Selatan sejak Selasa (27/9/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Hari keempat Kapal KM Sabuk Nusantara 46 terdampar di Pantai Pasar Pino Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan, Jumat (30/9/2022) masih belum dievakuasi.

Ternyata setelah dicek saat akan dievakuasi, KM Sabuk Nusantara 46 yang terdampar di perairan Bengkulu Selatan pada Selasa (27/9/2022) mengalami kebocoran hingga membuat air laur masuk ke kabin kapal. 

Kondisi ini tentunya akan membuat kapal KM Sabuk Nusantara 46 semakin lama berada di perairan Bengkulu Selatan karena belum bisa dilakukan evakuasi.

Akibat adanya kebocoran tersebut, pihak Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) harus kembali melaporkan situasi dan kondisi kapal saat ini.

"Malam tadi sudah ada pihak pelni datang melakukan pengecekan terhadap kapal. Tujuannya untuk dilakukan evakuasi, tetapi setelah dilakukan pengecekan ada terdapat kebocoran pada dinding kapal, sehingga harus dilakukan penampakan terlebih dahulu," kata Danpos TNI AL Awal, Jumat (30/9/2022) kepada TribunBengkulu.com, Jumat (30/9/2022).

Menindaklanjuti laporan kebocoran kapal Pelni, tim teknis dari Jakarta diturunkan langsung untuk melakukan penampalan terhadap terhadap dinding kapal yang bocor akibat hantaman ombak yang mengenai karang di lokasi kapal terdampar.

Kronologi KM Sabuk Nusantara 46 Terdampar

Diberitakan TribunBengkulu.com sebelumnya, Kepala Basarnas Bengkulu, M Arafah menjelaskan kronologis terdamparnya Kapal KM Sabuk Nusantara 46 ini.

Kapal Kapal KM Sabuk Nusantara 46 berlayar dari Aceh menuju ke Tanjung Priuk. Pada Selasa 27 September 2022, kapal memasuki perairan Provinsi Bengkulu di Bengkulu Selatan.

Dalam perjalanan sekitar pukul 22.50 WIB, tiba-tiba mesin kapal bermasalah di perairan Pantai Pasar Pino. Akibatnya, kapal kandas. Kapten kapal kemudian meminta bantuan untuk di evakuasi.

Pukul 23.30 WIB, Basarnas Bengkulu menerima laporan ini, dan menurunkan 1 tim SAR dari Rescue Manna untuk melakukan evakuasi terhadap awak buah kapal (ABK) KM Sabuk Nusantara, yang berjumlah 19 orang.

Tim SAR berhasil mencapai lokasi kapal pada Rabu (28/9/2022) pukul 01.00 WIB, dan langsung melakukan upaya evakuasi. Proses evakuasi sendiri terkendala cuaca buruk dan gelombang tinggi.

"Hingga pukul 06.00 WIB pagi ini (28/9/2022), 19 orang ABK berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat," kata M Arafah kepada TribunBengkulu.com.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved