Ibu Aniaya Anak Kandung

Ibu Muda Viral Aniaya Anak Kandung, Ayah Korban: Kerap Gunakan Ancaman 'Sapu Bunda Masih Banyak'

Video seorang ibu muda diduga aniaya anak kandung  di Kota Bengkulu menggunakan gagang sapu hingga patah viral di media sosial.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
http://www.ladbible.com
Ilustrasi penganiayaan - Seorang pria di Kepulauan Bangka Belitung terluka parah. Ia dibacok berulang kali oleh orang tak dikenal yang menggunakan topeng. 

Catatan redaksi:

Berita ini terus mengalami pembaharuan. Sejauh ini kedua belah pihak sudah memberikan klarifikasinya masing-masing sehingga demi menjunjung keberimbangan kami memperbarui dengan terus memasukkan keterangan dari kedua belah pihak.

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Video seorang ibu muda diduga aniaya anak kandung  di Kota Bengkulu menggunakan gagang sapu hingga patah viral di media sosial.

TribunBengkulu.com mengkonfirmasi perkara ini ke DYP. DYP, ayah kandung korban saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com lewat sambungan telepon Jumat (30/9/2022) siang mengakui memang melaporkan perkara ini ke polisi.

"Sudah sering SW itu mukul anak, tetapi yang paling parah ya yang di video itu. Kalau mencubit, memukul, ngomong kasar sama anak itu sudah sering sekali," kata ayah korban.

DYP menceritakan saat dipukul dengan gagang sapu itu anaknya sampai pincang kesakitan. "Setelah SW memukul pakai sapu, anak saya langsung pincang dan bagian badan serta lehernya sakit," kata DYP.

"Biasanya saat Maghrib guru ngaji anak saya datang, karena bisa urut akhirnya kaki anak saya di urut lah sama guru ngaji ini dan Alhamdulillah membaik," kata DYP lagi.

Video yang viral tersebut ternyata telah terjadi pada Maret 2022 lalu, namun baru dilaporkan oleh DYP awal bulan September 2022 ini.

"Banyak yang tanya kenapa saya melaporkan baru sekarang, awalnya masih saya maafkan. Ternyata setelah kejadian tersebut, anak saya cerita bahwa dirinya kerap diancam oleh ibunya dengan kalimat 'sapu bunda masih banyak' artinya SW inikan tidak berubah," ungkap DYP.

Selain alasan tersebut, menurut DYP masih banyak alasan lain yang semakin membuatnya untuk melaporkan penganiayaan yang dilakukan mantan istrinya terhadap buah hati hasil pernikahan mereka.

"Masih banyak alasan lain, karena kami saat kejadian itu memang sedang mengurus perceraian sehingga kondisi komunikasi kami saat itu kurang baik," ujar DYP.

Klarifikasi Ibu Korban, Terlapor

Charlie Safitri, S.H kuasa hukum SW mengatakan, benar memang ada pemukulan yang dilakukan terhadap klienya tetapi itu tidak menyebabkan hingga pincang.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved