Kepala Sekolah Bantah Tuduhan Lakukan Kekerasan kepada Siswi SMP di Bengkulu Hingga Alami Trauma

Kabar adanya kekerasan yang diduga dilakukan oleh salah satu Kepala Sekolah (Kepsek

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: M Arif Hidayat
http://www.ladbible.com
Ilustrasi kekerasan. Oknum kepala SMP Kota Bengkulu membantah tuduhan melakukan kekerasan terhadap siswanya 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kabar adanya kekerasan yang diduga dilakukan oleh salah satu Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri  Kota Bengkulu, L terhadap salah satu siswi kelas VII, langsung dibantah.

L menegaskan bahwasanya tidak pernah ada tindakan kekerasan, apalagi sampai mencekik ataupun menjambak siswi tersebut. 


"Tidak ada tindakan kekerasan seperti laporan itu. Apalagi mencekik dan menjambak itu gak ada. Kalau dia melapor itu berarti dia mengada ada," tegasnya, Jumat malam (30/9/2022) . 


Ia menceritakan kronologi jumat pagi di sekolah yang ia pimpinan itu, setelah sholat dhuha berjamaah. Para siswa dikumpulkan untuk mendengar arahan dari wakil kesiswaan. Karena baru baru ini ditemukan video para siswa yang sedang merokok, bahkan siswi perempuan pun merokok. Juga ada memori HP siswa yang isinya penuh dengan video porno. 


"Nah pas lagi wakil kesiswaan sedang memberikan pengarahan, saya kan lihat dari atas. Anak ini asik ngajak kawan buat ngobrol, pokok tangannya kemana mana ngajak kawannya ngobrol. Saya kode dari atas, nambah parah dia nya," sesalnya. 


Ia pun memerintah pembina OSIS itu turun, untuk menenangkan siswi tersebut. Karena tingkahnya tidak bisa diam. Apalagi pagi itu, sedang dilakukan pengarahan. 


"Ternyata masih juga dia, berkicau mulutnya sekencangnya. Tangannya kemana mana, saya turun, saya kode untuk ikut ibu keatas. Akhirnya satpam dan pembina OSIS itu turun, karena anak itu melawan dengan saya, " jelasnya. 


Saat dibawah siswi tersebut terus berteriak, saat diingatkan untuk diam mendengar arahan. "Idak ibuk, sayo idak salah, " Sambil terus teriak. 


"Karena dia melawan gitu, saya pegang tangannya, untuk ikut ke atas. Tapi itu gak lama, saya intropeksi diri agar jangan terbawa emosi, " tukasnya. 


 Setelah itu, lanjutnya, siswi tersebut dirangkul dengan pembina OSIS. Meskipun siswi ini baru kelas VII, namun terus membantah. Akhirnya oleh wakil kesiswaan dan pembina OSIS. Siswi ini dibawa ke ruang BK. 


"Ya sudah saya biarkan, biar kesiswaan yang memproses kan. Saya ke ruang guru, saya pikir sudah diproses kan, karena dia menantang tadi. Saya ngobrol dengan guru BK, saya kan kaget dia datang. "Bu saya minta maaf saya maaf!," Sambil singsingkan tangan bajunya, " katanya. 


Melihat tingkah anak ini, ia pun kaget dan langsung masuk ke ruangannya. Kemudian, anak itu dinasehati guru BK, yang saat itu ada di ruang guru. 


"Anak ini ketok ruangan, dia masuk kan. Dia minta maaf, "Kami minta maaf Bu, kami salah, kami sadar kami minta maaf. Saya jawab,"Oh benar minta maaf, saya jawab. Langsung nangis dia, " tukasnya. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved