Enggan Cabut Laporan, Ayah Siswi Diduga Korban Kekerasan di Bengkulu Siap Temui Kepala Sekolah

Ayah DS (14) siswi yang diduga menjadi korban kekerasan oknum Kepala Sekolah SMP di Kota Bengkulu, mengaku untuk saat ini masih enggan apabila diminta

Penulis: Beta Misutra | Editor: M Arif Hidayat
Ho TribunBengkulu.com
Ilustrasi, orang tua siswi SMP yang mengalami trauma diduga akibat dicekik kepala sekolahnya enggan mencabut laporannya ke Polda Bengkulu 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Ayah DS (14) siswi yang diduga menjadi korban kekerasan oknum Kepala Sekolah SMP di Kota Bengkulu, mengaku untuk saat ini masih enggan apabila diminta untuk mencabut laporan ke Polda Bengkulu.

Karena sampai dengan saat ini, dirinya masih merasa sangat emosi mendapati cerita bahwa anaknya diduga dicekik oleh oknum Kepala Sekolah tersebut.

Apalagi akibat kejadian tersebut anaknya masih mengalami trauma dan bahkan takut untuk pergi ke sekolah.

Baca juga: Masih Trauma dan Takut Sekolah, Begini Kondisi Terkini Siswi di Bengkulu Diduga Dicekik Kepsek

Baca juga: Minta Laporan Dicabut, Bagaimana Nasib Siswi di Bengkulu Diduga Dicekik Oknum Kepala Sekolah?

Baca juga: Update Kasus Dugaan Kekerasan Siswi SMP di Bengkulu, Senin Sekolah Panggil Orang Tua Siswa

Namun sayangnya hingga hari ini dirinya masih belum mendapat kabar apapun, baik undangan untuk bertemu maupun kabar dari Kepala Sekolah untuk mengklarifikasi permasalahan ini.

"Kalau dia minta damai, minta untuk mencabut laporan, untuk saat ini bentar dulu. Saat ini biarkan dulu laporan tersebut berjalan dan ditangani pihak penegak hukum," kata Ayah korban kepada TribunBengkulu.com, Sabtu (1/10/2022).

Bahkan dirinya baru mengetahui dari TribunBengkulu.com, bahwa Kepala Sekolah berencana untuk mengundangnya bertemu pada hari Senin (3/10/2022) lusa.

Jika benar Kepala Sekolah akan membuat surat undangan untuk mengklarifikasi adanya dugaan tindak kekerasan terhadap DS, Ayah DS mengaku siap untuk bertemu dengan Kepala Sekolah tersebut.

Termasuk juga apabila Kepala Sekolah tersebut dapat datang langsung ke rumah mereka, Ayah korban mengaku juga siap menerima dengan lapang dada.

"Kalau misal dipanggil insyaAllah saya datang, kenapa tidak, itu kewajiban saya," ungkap Ayah korban.

Dalam kasus ini, dinilai harus ada efek jera yang ditimbulkan agar tidak menimpa pada siswa dan siswi lainnya.

Karena kekerasan yang dilakukan terhadap anaknya, menurut ayah korban, memang sudah kelewatan.

"Saya takutnya terjadi lagi nanti. Baik dia tetap Kepala Sekolah disitu, atau di tempat lain. Takutnya akan terjadi lagi dengan murid lain," ujar Ayah korban.

Sedangkan untuk harapannya, ayah korban berharap ketika kondisi anaknya sudah benar-benar pulih dari trauma dan siap untuk bersekolah lagi, anaknya tetap bersekolah di SMP tersebut.

Karena menurutnya, SMP tersebut merupakan SMP yang cukup bagus, hanya saja oknum Kepala Sekolahnya yang perlu di evaluasi.

Dirinya belum ada keinginan untuk memindahkan anaknya untuk sekolah di SMP lain, akibat kejadian ini.

"Keinginan untuk anak saya, ya tetaplah sekolah disitu. Tapi karena hari ini dia masih merasa trauma, malu, takut diejek kawan, biar dulu hari ini tidak sekolah, mungkin saya bujuk lagi besok-besok sudah mau sekolah lagi," kata Ayah korban.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved