Minta Laporan Dicabut, Bagaimana Nasib Siswi di Bengkulu Diduga Dicekik Oknum Kepala Sekolah?

Oknum Kepala Sekolah SMP di Kota Bengkulu yang diduga mencekik siswinya saat kegiatan Kultum Pagi di sekolah, meminta agar pihak keluarga mencabut lap

Penulis: Beta Misutra | Editor: M Arif Hidayat
Ho TribunBengkulu.com
Ilustrasi, oknum kepsek yang dituduh melakukan kekerasan terhadap siswinya meminta laporan ke pihak kepolisian dicabut sebab dia mengaku tidak melakukan perbuatan itu 

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Oknum Kepala Sekolah SMP di Kota Bengkulu yang diduga mencekik siswinya saat kegiatan Kultum Pagi di sekolah, meminta agar pihak keluarga mencabut laporan yang sudah disampaikan di Polda Bengkulu.

Pada hari Jumat (30/9/2022) kemarin, laporan dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah ini dilayangkan oleh keluarga korban ke Polda Bengkulu sekitar pukul 16.45 WIB.

Bahkan sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, pihak keluarga juga sempat melakukan visum di RSUD dr M Yunus Bengkulu.

Hasil visum tersebut akan keluar pekan depan, yang akan digunakan pihak keluarga sebagai salah satu barang bukti dugaan tindak kekerasan tersebut.

"Saya minta cabut laporan itu, karena itu bukan seperti yang dilaporkan," ungkap oknum Kepala Sekolah, L saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Sabtu (1/10/2022).

Bahkan menurut kepala sekolah, banyak saksi mata yang menyaksikan kejadian dugaan tindak kekerasan yang dituduhkan kepadanya.

Ia menegaskan bahwa dirinya hanya memegang pada bagian didekat telapak tangan siswi tersebut.

"Nggak ada saya menyentuh tubuhnya yang lain, yang namanya mencekik mencubit itu nggak ada, itu laporan yang salah," kata L.

Sementara itu, untuk nasib siswi ini, lepala sekolah berjanji tidak akan mengeluarkan siswi tersebut dari sekolah.

Dengan adanya kejadian ini, bukan berarti pihak sekolah langsung mengambil tindakan.

Ia menjamin selama siswi tersebut tidak melanggar aturan sekolah, maka dirinya akan tetap dipertahankan dari sekolah.

Kepala sekolah juga menjamin bahwa siswi tersebut juga akan mendapatkan perlakuan yang sama dengan siswa dan siswi lainnya.

"Tidak semudah itu kita mengeluarkan anak itu, dia kan masih kelas 7,  memang butuh pembinaan, jadi kita tetap lakukan pembinaan. Kalau dia tidak ada melakukan kesalahan atau pelanggan, kita bisa pastikan anak itu bisa sekolah baik baik disini," ujar L.

Maka dari itu, dari pertemuan yang dijadwalkan akan dilakukan Kepala Sekolah kepada orang tua korban pada hari Senin lusa, Kepala Sekolah juga berencana untuk membeberkan cerita bahwa korban menurutnya sudah kelewatan.

Karena menurutnya, bukan hanya pihak sekolah saja yang harusnya mengetahui, tetapi juga orang tua siswi juga harus tau.

"Jadi kita sama-sama mendidik lah, untuk sekolah tetap dia sekolah disini," ungkap L.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved