Pemerintah Provinsi Bengkulu Tinjau Jembatan yang Ambruk, Pemkab Bengkulu Tengah Tak Terlihat

Pasca jembatan Desa Paku Haji Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah ambruk pada Jumat (30/9/2022) sore, tampak hanya segelintir pejabat da

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: M Arif Hidayat
Suryadi Jaya/Tribunbengkulu.com
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu, Jaduliwan saat meninjau jembatan ambruk di Desa Paku Haji Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah, Sabtu (1/10/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Pasca jembatan Desa Paku Haji Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah ambruk pada Jumat (30/9/2022) sore, tampak hanya segelintir pejabat dari pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah yang hadir.

Sedangkan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu dua kepala dinas langsung hadir dan meninjau lokasi jembatan ambruk tersebut.

Ketua BPD Desa Paku Haji, Sainuri menjelaskan, pada malam hari setelah kejadian hanya BPBD Bengkulu Tengah dan Dinas Perhubungan yang hadir sedangkan pejabat lainnya tidak terlihat.

"Kalau malam tadi, dari kecamatan hadir semua, kalau dari Kabupaten ada dari Dishub dan BPBD itu pun bukan kepala dinasnya," ujar Sainuri.

Dari pantauan TribunBengkulu.com, sehari setelah kejadian (1/10/2022) hanya dari pihak BPBD Kabupaten Bengkulu Tengah yang hadir, sedangkan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu turun langsung Kepala BPBD Provinsi Bengkulu dan PLT Kepala Dinas PUPR.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu, Jaduliwan menjelaskan, kedatangannya hari ini untuk meninjau jembatan ambruk yang merupakan urat nadi perlintasan warga Desa Paku Haji.

"Kami berharap agar pemerintah Kabupaten Kota se Provinsi Bengkulu melalui BPBDnya masing-masing, bisa menginventarisasi sarana publik seperti jembatan ini agar kedepan bisa diusulkan ke BNPB melalui BPBD Provinsi Bengkulu," kata Jaduliwan.

Selain itu, Plt Kadis PUPR Provinsi Bengkulu Tejo Suroso menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan PUPR Bengkulu Tengah terkait perbaikan jembatan ambruk yang merupakan aset PUPR Bengkulu Tengah.

"Setelah Kepala Desa berkoordinasi dengan PUPR Bengkulu Tengah, maka kita juga akan berkoordinasi terkait perbaikan jembatan, karena ini harus segera mengingat kepentingan masyarakat sangat tinggi terhadap jembatan ini," ujar Tejo.

Selain itu, perbaikan yang harus menggunakan teknik khusus ini harus dilakukan oleh tenaga ahli yang sudah biasa memperbaiki jembatan belli.

"Kalau perbaikannya ini tidak dilakukan oleh tenaga ahli, dikhawatirkan ada korban jiwa. Selain itu ada beberapa bagian jembatan yang masih bisa digunakan kembali," ungkap Tejo.

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved