Tragedi di Stadion Kanjuruan

Daftar Sementara Nama-nama Korban Jiwa Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Usai Laga Arema vs Persebaya

Dari 127 korban jiwa, ada seorang anak berusia 12 tahun jadi korban jiwa dalam peristiwa kerusuhan yang terjadi usai pertandingan laga lanjutan Liga

Editor: Hendrik Budiman
ISTIMEWA - Tribun Jatim Network/Purwanto
Daftar sementara korban jiwa dalam tragedi Stadion Kanjuruhan Malang 

TRIBUNBENGKULU.COM - Daftar sementara nama-nama korban jiwa tragedi kerusuhan di stadion Kanjuruan, Malang, Jawa Timur yang menelan 127 korban jiwa akibat kerusuhan yang terjadi usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam.

Dari 127 korban jiwa, ada seorang anak berusia 12 tahun jadi korban jiwa dalam peristiwa kerusuhan yang terjadi usai pertandingan laga lanjutan Liga 1 2022 pekan ke-11 itu.

Baca juga: Tragedi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan 127 Tewas, Seorang Anak 12 Tahun Ikut Jadi Korban Jiwa

Selain itu, dua di antara 127 korban meninggal dunia dalam Tragedi Kanjuruhan Malang adalah anggota Polri.

Hal itu disampaikan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, dalam konferensi pers, Minggu (2/10/2022).

Dari jumlah korban tersebut, Nico mengatakan, sebanyak 34 orang meninggal dunia di stadion dan yang lainnya di rumah sakit.

Baca juga: Korban Tragedi Kanjuruhan Usai Laga Arema vs Persebaya Bertambah, Total 129 Orang Meninggal Dunia

Selain itu pihak kepolisian mencatat, ada sekitar 180 orang yang tengah dirawat di sejumlah rumah sakit.

Berikut daftar sementara korban jiwa dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang:

Daftar korban jiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.
Daftar korban jiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. (TribunJatim.com)
Daftar korban Jiwa kerusuhan
Daftar korban Jiwa kerusuhan (TribunJatim.com)

Kronologi Kerusuhan

Kerusuhan di stadion Kanjuruhan diduga dipicu rasa kekecewaan sejumlah suporter terhadap hasil kekalahan Arema FC melawan Persebaya dengan skor 3-2.

Kerusuhan bermula saat Arema FC kalah dari Persebaya Surabaya.

Seusai pertandingan, ribuan Aremania mendesak masuk ke lapangan.

Melihat ribuan suporter masuk ke lapangan, pihak keamanan dari Polri dan TNI langsung melakukan pengamanan.

Kejadian berlanjut dengan aksi lempar-lemparan antara suporter dengan petugas keamanan.

Lantaran kalah jumlah personel dan suporter tak dapat dikendalikan, petugas keamanan akhirnya mengeluarkan gas air mata.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved