Breaking News:

Kapal KM Terdampar

Kesaksian ABK: Kapal KM Sabuk Nusantara 46 Terdampar di Bengkulu Selatan karena Cuaca Buruk

Hari keenam Kapal KM Sabuk Nusantara 46 terdampar di perairan Pasar Pino Kabupaten Bengkulu Selatan, Minggu (2/10/2022).

Ahmad Sendy/TribunBengkulu.com
Evakuasi KM Sabuk Nusantara 46 masih menunggu intruksi dari pusat. Terlebih lagi saat ini kapal mengalami kebocoran usai kandas di perairan Bengkulu Selatan karena cuaca buruk. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Hari keenam Kapal KM Sabuk Nusantara 46 terdampar di perairan Pasar Pino Kabupaten Bengkulu Selatan, Minggu (2/10/2022), kapal masih belum dievakuasi.

Evakuasi KM Sabuk Nusantara 46 masih menunggu intruksi dari pusat. Terlebih lagi saat ini kapal mengalami kebocoran usai kandas di perairan Bengkulu Selatan.

Fakta baru berdasarkan kesaksian Anak Buah Kapal (ABK) KM Sabuk Nusantara 46, penyebab kapal milik PT Pelni ini terdampar karena cuaca buruk. Akibat angin kencang dan gelombang tinggi di perairan kala itu.

"Bukan akibat kerusakan mesin (kapal terdampar, red). Sampai kini mesin kapal aman-aman aja, tidak ada kerusakan. Yang terjadi adalah akibat cuaca buruk waktu itu," kata salah ABK yang ditemui TribunBengkulu.com di lokasi kapal KM Sabuk Nusantara 46 terdampar.

Diberitakan TribunBengkulu.com sebelumnya. Kepala Basarnas Bengkulu, M Arafah menjelaskan kronologi terdamparnya Kapal KM Sabuk Nusantara 46 ini.

Kapal Kapal KM Sabuk Nusantara 46 berlayar dari Aceh menuju ke Tanjung Priuk. Pada Selasa 27 September 2022, kapal memasuki perairan Provinsi Bengkulu di Bengkulu Selatan.

Dalam perjalanan sekitar pukul 22.50 WIB, tiba-tiba mesin kapal bermasalah di perairan Pantai Pasar Pino. Akibatnya, kapal kandas. Kapten kapal kemudian meminta bantuan untuk di evakuasi.

Pukul 23.30 WIB, Basarnas Bengkulu menerima laporan ini, dan menurunkan 1 tim SAR dari Rescue Manna untuk melakukan evakuasi terhadap awak buah kapal (ABK) KM Sabuk Nusantara, yang berjumlah 19 orang.

Tim SAR berhasil mencapai lokasi kapal pada Rabu (28/9/2022) pukul 01.00 WIB, dan langsung melakukan upaya evakuasi. Proses evakuasi sendiri terkendala cuaca buruk dan gelombang tinggi.

"Hingga pukul 06.00 WIB pagi ini (28/9/2022), 19 orang ABK berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat," kata M Arafah kepada TribunBengkulu.com.

Berikut Daftar Nama ABK yang Selamat:

1. Asep Hartuno/56 tahun/laki-laki

2. Angger M Al Rijal/30 tahun/laki-laki

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved